Home / Kesehatan / 10 Persen Penduduk NTT Menderita Katarak

10 Persen Penduduk NTT Menderita Katarak

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Dr Boyke saat menjelaskan soal katarak

Dr Boyke saat menjelaskan soal katarak

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sedikitnya 10 persen atau sekitar 500 ribu dari total penduduk di Nusa Tenggara Timur (NTT) menderita Katarak. Karena itu, Rumah Sakit Siloam menyediakan mesin baru untuk mengatasi masalah katarak.

Mesin itu disebut phacoemulsification centurion. Dengan adanya mesin ini, maka operasi katarak bisa dilakukan di Kota Kupang, karena sudah sama dengan RS yang ada di kota- kota besar.
“Ini bentuk komitmen kami untuk masyarakat NTT,” kata Direktur RS Siloam Kupang, dr Hans Lie saat media gathering, Jumat, 3 November 2017.
Operasi katarak menggunakan mesin ini juga diperuntukan bagi masyarakat penggunakan JKN dan KIS. “Jika operasi katarak tanpa JKN-KIS, biayanya bisa mencapai Rp 8 juta per sekali operasi,” katanya.
Dia mengatakan jumlah pasien mata di RS Siloam terus mengalami peningkatan setiap harinya, sehingga butuh perhatian serius. “Setiap hari diatas 30 pasien mata yang datang ke RS Siloam,” katanya.
Dokter spesialis Katarak, dr Boyke Kuhurima mengatakan dengan alat ini, dirinya hanya membutuhkan waktu selama 15 menit untuk melakukan operasi mata. “Dengan alat ini, pasien tidak perlu menginap di RS,” katanya.
Dia mengaku jumlah pasien katarak terus meningkat, sehingga dia pernah melakukan operasi bagi 30 pasien dalam sehari. “Saya cukup kewalahan melayani pesien katarak,” ujarnya.
Operasi katarak menggunakan mesin ini yakni teknik operasi yang paling canggih. Dimana, mesin yang digunakan untuk mencairkan (Emulsifikasi) dan menghisap keluar lensa katarak, dan mengganti dengan lensa baru. (Lid)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  30 Persen Pasien RSUD Kupang Penderita Diare

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]