Home / Sosbud / 116 Pegawai PT Flobamor Delapan Bulan Tak Gajian

116 Pegawai PT Flobamor Delapan Bulan Tak Gajian

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Kapal Fery

Kapal Fery

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 116 pegawai di PT Flobamor milik pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Februari 2013 hingga saat ini belum menerima gaji, karena perusahaan itu mengalami kerugian.

“Tersendatnya pembayaran gaji karyawan, karena PT Flobamor mengalami kerugian dalam mengoperasikan tiga kapal milik pemerintah,” kata Direktur PT Flobamor, Agus Ismail, Selasa, 1 Oktober 2013.

Karyawan yang gaji belum dibayarkan itu yakni Nahkoda dan ABK kapal motor penyeberangan (KMP) Ile Boleng, KMP Pulau Sabu, dan KMP Sirung sebanyak 89 orang, pegawai di kantor sebanyak 24 orang, dan tenaga lepas tiga orang. Akibatnya, manajemen PT Flobamor munungak gaji karyawan sebesar Rp 2,2 miliar lebih. Sementara yang baru dibayar dalam bentuk panjar sebesar Rp 140 juta.

Baca Juga :  Bakteri E-Coli Cemari Mata Air di Kota Kupang

PT Flobamor, menurut dia, mengalami kerugian, karena kapal tidak beroperasi secara maksimal, sementara biaya yang dikeluarkan tetap ada. “Kapal tak beroperasi, karena belum ada izin lintasan dari Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan Darat,” katanya.

Pengoperasian dari tiga unit kapal itu, katanya, hanya mampu merealisasikan penerimaan sebesar Rp 4,5 miliar per tahunnya, sehingga tidak cukup untuk biaya operasional dan gaji karyawan. “Apalagi, ada sebagian lintasan yang tidak disubsidi dari pemerintah,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan, Bruno Kupok mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi manajemen PT Flobamor untuk pengoperasian kapal yakni manajemen dan keselamatan. “Dua syarat itu yang belum dipenuhi PT Flobamor,” katanya.

Baca Juga :  Ditinggal Ibu Bekerja, Dua Bocah Ini Hidup Bersama Anjing

Anggota DPRD NTT dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Zainal Abidin Thayeb meminta PT Flobamor untuk segera membayar gaji karyawan itu, karena walaupun merugi, namun karyawan tetap bekerja. “Hak mereka harus dibayarkan, karena kewajiban mereka dilaksanakan,” tegasnya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]