17 Juni, Sidang Perdana Gugatan Esthon-Paul di MK

Esthon- Paul

Esthon- Paul

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sidang gugatan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay- Paul Tallo di Mahkamah Konstitusi (MK) akan dilaksanakan, Senin, 17 Juni 2013, pukul 13.00 WIB.

“Sidang perdana di MK akan dilaksanakan pada 17 Juni 2013,” kata Paul Tallo yang menghubungi wartawan di Kupang, Rabu, 12 Juni 2013.

Pasangan calon gubernur Esthon- Paul menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT ke MK terkait hasil pemilu gubernur (pilgub) NTT yang dinilai pasangan calon itu syarat kecurangan.

Pasangan calon itu akan didukung oleh 10 pengacara yang diketuai oleh Yusris Izha Mahendra. “Kami mohon dukungan dan doanya,” kata Paul.

Pasangan Esthon- Paul, katanya, hanya mencari keadilan dan kebenaran dalam proses pilgub NTT yang dinilai banyak kecurangan.

Esthon- Paul mengajukan gugatan ke MK, terkait dugaan sejumlah kecurangan, seperti dugaan money politik di Timor Tengah Selatan, dugaan penggelmbungan suara di Sumba Barat Daya, Flores Timur dan Sikka. Gugatan itu disertai dengan 21 bukti yang diserahkan ke MK.  (Ado) 

Komentar ANDA?

3 Responses to 17 Juni, Sidang Perdana Gugatan Esthon-Paul di MK

  1. Wow…. 10 pengacara..?? luar biasa !! Mudah-mudahan berhasil. tapi.. kalo nggak berhasil, saran saya, buat acara khusus dengan tema ” ESPANAF ” Esthon-Paul minta maaf. soalnya gara-2 dorang, kita rakyat NTT, tanpa kita sadari sudah terbentuk rasa antipati terhadap keluarga dan saudara-2 kita sendiri. Tragis !

  2. Bagi hasil perolehan Pilgub NTT itu murpakan suara rakyat, knp kita tdk coba menjalani semua itu dg kesatria, jdi bagi saya apa yg di lakukan pihak ESTON, itu hal yg lazim di indonesia,setiap pilkada, siapa yg kalah past Gugat ke MK, apa yg di cari? Malah menghambat proses roda pemerintahan di di wilayah itu, saya g dukung apa yg di lakukan oleh kubu pak esto fonay, itu menghambat proses roda pemerintahan NTT aja,

  3. Anak kecil pun sangat lebih tahu siapakah yang sebenarnya keluar sebagai pemenang pilgub dalam putaran kedua tersebut…

    Pertama-tama kita harus menilai dan membaca peta politik atau basis politik dari kedua paket tersebut…

    Paket frenly menguasai 12 kabupaten seperti hal pada putaran pertama sedangkan paket esthon hanya menguasai 9 kabupaten dari 21 kabupaten yang berada di NTT…

    Yang mana dalam putaran pertama tersebut selisih perolehan suara yang dimiliki oleh paket frenly sangat jauh dengan beberapa paket lainnya termasuk paket esthon yang masuk dalam putaran kedua ini…

    Jadi anak kecilpun lebih sangat tahu karena tidak mungkin 9 kabupaten akan mengalahkan 12 Kabupaten yang dikuasai oleh paket frenly….

    Politik sangat identik dengan kekuasaan dan pengaruh dan tujuan politik itu sendiri adalah utk mencari kekuasaan sehingga menjadi penguasa…

    Dari kedua paket tersebut yakni antara frenly dan esthon saya menilai pengaruh yang dimilki oleh paket frenly melebihi pengaruh yang dimiliki paket esthon…

    Salah satu contoh kecil adalah paket frenly bisa menguasai basis paket eston yg berada di daratan timor yakni, Belu dan TTU di menangkan oleh frenly sedangkan didataran flores yang meruppakan basisnya frenly tersebut tidak ada satu kabupaten pun yang dimenangkan oleh paket eston krn di daratan flores tersebut hanya dikuasai dan dimenangkan oleh paket frenly jadi paket eston tidak ada pengaruh di daratan flores jadi tidak mungkin eston yang keluar sebagai pemenang pilgub tersebut krn paket eston sendiri belum punya pengaruh didaratannya sendiri yakni daratan timor jadi bagaimana mungkin paket eston bisa memiliki pengaruh di daratan flores….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>