Home / Polkam / 17 Kabupaten/Kota Bermasalah Soal Perbatasan

17 Kabupaten/Kota Bermasalah Soal Perbatasan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Eduard Gana

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 17 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bermasalah soal perbatasan antar daerah. 

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) NTT, Eduard Gana mengatakan, hanya Kabupaten Lembata, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua, yang tidak bermasalah soal perbatasan antar daerah.

“Sebagian besar kabupaten/kota di NTT masih bermasalah tapal batas, terutama daerah yang kepulauan yang miliki lebih dari satu kabupaten,” kata Eduard Gana kepada wartawan, Senin, 21 Januari 2013.

Menurut dia, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pemerintah NTT tahun 2008-2013, ada tiga titik perbatasan yang menjadi perhatian untuk diselesaikan, yakni titik Buntal antara Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur, titik Lotas antara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Belu, serta titik Nasipanaf antara Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  10 Balon Gubernur dan Wagub NTT Daftar ke PDIP

Namun dalam perjalanan, muncul masalah tapal batas di hampir semua kabupaten, terutama di daerah perbatasan antar kabupaten. Misalnya, masalah tapal batas antara Kabupaten Flores Timur dan Sikka, antara Sikka dan Ende, antara Ende dan Nagekeo, dan antara Nagekeo dan Ngada.

Selain itu, masalah tapal batas antara Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah, antara Sumba Tengah dan Sumba Barat, serta antara Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. “Hanya empat kabupaten kepulauan yang tidak memiliki masalah tapal batas,” katanya. (Rit)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]