Home / Hukrim / 26 Imigran Gelap Dipindahkan ke Pangkal Pinang

26 Imigran Gelap Dipindahkan ke Pangkal Pinang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pelepasan imigran gelap dari Kupang

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 26 imigran gelap asal Timor Tengah yang selama ini menetap di Rumah detensi imigrasi (Rudenim) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipindahkan ke Pangkal Pinang, Batam, Kepulauaj Riau, Selasa, 16 Oktober 2018.

Wakil Gubernur NTT, Drs.  Josef A. Nae Soi,MM melepas 27 pengungsi asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang ke Tanjung Pinang, Batam, Kepualauan Riau di halaman Rudenim Kupang, Selasa (16/10). Wagub Nae Soi menyatakan,

“Pemindahan ini merupakan kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM RI (KemenkumHAM),” kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat melepas para imigran tersebut.

Menurut dia, Kemenkum HAM sudah menyiapkan satu tempat di sana untuk membina para pengungsi.  Semua pengungsi luar negeri dari seluruh Indonesia perlahan-lahan dipindahkan ke sana. “Di sana ada tempat yang lebih representatif, ” katanya.

Baca Juga :  Korupsi Buku, Bili Dipenjara 2,3 Tahun

Wagub mengatakan NTT selalu mendukung tanggung jawab bangsa pada dunia Internasional terkait penanganan pengungsi dari luar negeri.

“NTT terbuka untuk menerima siapa saja yang mau datang, sepanjang bisa melakukan interaksi dan interelasi baik dengan masyarakat di sini,” ujarnya.

Wagub juga mengapresiasi Rudenim Kupang yang telah menampung dan membina para pengungsi. Dia juga mengajak International Organization Migration (IOM) untuk meningkatkan kerjasama dalam mendeteksi dan menangani masalah sosial dengan kehadiran pengungsi.

Terkait rencana menjadikan Pulau Ndana, Kabupaten Rote Ndao sebagai tempat penampungan pengungsi luar negeri, Josef menjelaskan, hal itu sudah dikomunikasikan dengan Kepala IOM Indonesia. “IOM menyambut positif tawaran tersebut. Lembaga ini akan segera melihat dan meninjau pulau tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Kejati NTT Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Buku

Protection Associate atau staf perlindungan United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) Kupang, Hendrik Ch Therik mengatakan UNHCR mendukung pemindahan ini. Karena tempat penampungan di Kupang sudah tidak mencukupi lagi.

“Selama ini ke-27 pengungsi ini ditampung di Rudenim Kupang yang seharusnya bukan menjadi tempat penampungan melainkan persinggahan pengungsi,” jelas Hendrik.

Sementara itu Asni Yulita,  Kepala Perwakilan IOM Kupang mengatakan tempat penampungan pengungsi luar negeri di Kupang berdasarkan keputusan pemerintah daerah adalah Hotel Ina Boi,  Hotel Lavender dan Home Stay Kupang Inn.  “IOM menfasilitasi kebutuhan para pengungsi ini, ” jelas Asni.

Menurut catatan Divisi Imigrasi Kemenkumham NTT, ada sekitar 317 pengungsi luar negeri di NTT. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]