Home / Kesehatan / 2,6 Juta Warga Miskin di NTT Peserta JKN

2,6 Juta Warga Miskin di NTT Peserta JKN

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

JKNNTTTERKINI.COM, Kupang – Pemerintah menanggung iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, yang jumlahnya mencapai 86,4 juta orang, termasuk 2.671.319 orang di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kelompok ini disebut dengan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dilayani sekitar 9.500 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk 353 di NTT.

“Jumlah tersebut penyebarannya tidak merata di setiap Kabupaten/Kota,” kata Kepala Pusat pembiayaan dan jaminan kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Donald Pardede kepada wartawan di Kupang, Selasa, 25 Februari 2014.

Jaminan Kesehatan ini mengacu pada prinsip asuransi sosial, yaitu peserta wajib membayar iuran yang cukup terjangkau, dapat dilayani di semua wilayah Indonesia (portabilitas) dan mendapatkan pelayanan yang sama (equal).

Baca Juga :  Dua Balita Diterlantarkan di RSUD Johanis

Dana yang terkumpul dari iuran dikelola secara efektif dan
efisien, serta sepenuhnya digunakan untuk manfaat sebesar-besarnya bagi peserta JKN. “Program ini dilaksanakan dengan prinsip kendali biaya dan mutu. Artinya ada integrasi antara pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terkendali,” katanya.

Sementara itu, Kepala PT BPJS region XI Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi mengatakan JKN bukan merupakan program pengobatan gratis, melainkan program jaminan kesehatan yang menjaminpemerataan dan keadilan serta kemandirian masyarakat. “Pada suatu saat, setiap orang memiliki risiko jatuh sakit, dan biayanya bisa jadi sangat tinggi, sehingga menjadi beban,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, JKN memberikan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia agar mereka tidak mengalami goncangan sosial, yang mungkin mendorong mereka ke jurang kemiskinan, ketika mereka sakit.

Baca Juga :  Kasus HIV dan AIDS di Kota Kupang Terbanyak Laki-Laki

Sedangkan bagi warga miskin yang tidak mampu, iurannya ditanggung Pemerintah. Kelompok tersebut dinamakan Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang jumlahnya mencapai 86,4 juta orang, termasuk 2.671.319 orang di Nusa Tenggara Timur.

“Tanpa perlu membayar, para penerima bantuan tersebut berhak memperoleh pelayanan kesehatan di semua pusat pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan),” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]