Home / Wonderful Indonesia / 29 Oktober Blogger Camp di Radja Pendapa Sebelum Pasar Karetan

29 Oktober Blogger Camp di Radja Pendapa Sebelum Pasar Karetan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, SEMARANG – Radja Pendapa Camp, di Desa Segrumung, Meteseh, Kec Boja, Kendal makin familiar dengan netizen. Setelah heboh lomba foto dan vlog, yang diorganisasi GenPI Jateng, Sabtu-Minggu 29 Oktober 2017 bakal ada Blogger Camp.

Kemah para aktivis media sosial di kawasan yang berada di tepi Hutan Karet, dekat Kec Mijen, Kota Semarang itu. “Sudah ada 30 blogger yang mendaftar ikut camping!” jelas Shafigh Pahlevi Lontoh, Koordinator GenPI Jateng itu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivasi GenPI Generasi Pesona Indonesia, sebelum
membuat Pasar Karetan. Sebuah pasar yang akan dihidupkan setiap Minggu pagi, pukul 06.00 sd 11.00 WIB di tepi hutan yang berudara sejuk itu.

Pasar Karetan adalah bentuk kegiatan digital sociopreneurship. Yang menggabungkan community online dan offline, meet antara Netizen yang tergabung dalam GenPI dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Yang menggerakkan followers dan subscribers online ke dalam aktivitas lapangan dalam bentuk pasar.

Baca Juga :  Sales Mission di Tiongkok, Kenalkan Destinasi Wisata Halal

Masyarakat diajak membangun pasar yang sustainable, setiap Minggu pagi, dan dipromosikan secara kolektif oleh GenPI melalui semua platform media sosial. Jenis masakannya juga dipilih dan dikurasi, dari pecel, tengkleng, urap, cumi bakar, dan puluhan jenis jajan pasar.

Selain makanan, dengan tema “Festival Pesona Kuliner 2017” juga ada beragam mainan anak-anak zaman dulu. Ada egrang, bakiak, kelereng, congklak dan lainnya. “Yang ingin berolahraga, trekking, hikking, juga disiapkan trek-nya,” kata Mei Kristianti, Ketua Panpel Pasar Karetan.

Selain Genpi Jateng yang sedang menyiapkan pasar semacam Karetan adalah Genpi Jogja, Genpi Lombok Sumbawa, Genpi Sumsel, Genpi Sumbar dan Genpi Aceh. Tema “Pesona Kuliner”-nya berbeda-beda, sesuai karakter daerahnya.

Baca Juga :  Peneliti Manca Negara Saksikan Gerhana Matahari di Indonesia

Menpar Arief Yahya menyebut GenPI dan GenWI itu adalah komunitas netizen yang memiliki 2C sekaligus. Creative Value, yang aktif berinteraksi kreatif melalui
media sosial. Sekaligus memiliki business opportunity yang disebut commercial
value.

Sisi commerce-nya dibagi dua, yakni online dan offline. Secara online mempromosikan destinasi, calender of events dan kebijakan kepariwisataan. Secara offline, menciptakan atraksi-atraksi baru seperti pasar-pasar itu. “Itulah, mengapa GenPI dan GenWI menjadi kekuatan yang mendrive ekonomi, menciptakan crowds dan mendorong promosi pariwisata,” ungkap Arief Yahya. (Kemenpar)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]