Home / Sosbud / 348 Warga Kota Kupang Gila

348 Warga Kota Kupang Gila

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Hari kesehatan jiwa se-dunia

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 348 warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat menderita gangguan jiwa berat (Gila).

“Pentingnya kesehatan mental disejajarkan dengan kesehatan fisik, akan tetapi perhatian pemerintah pusat maupun lokal belum memberikan perhatian yang seimbang untuk masalah kesehatan jiwa, bahkan cenderung
terabaikan,” kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih saat Seminar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS), Selasa, 29 Oktober 2019.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, tercatat sebanyak 348 orang dengan Gangguan Jiwa berat (ODGJ), namun hanya sebesar 8,62 persen atau sebanyak 30 orang yang telah ditangani dan mendapatkan perawatan medis, sedangkan sisanya sebanyak 318 orang belum tertangani secara medis.

Baca Juga :  Gempa 4,2 SR Guncang Larantuka

Menurut dia, masalah kesehatan jiwa memiliki kecenderungan mendorong seseorang mengakhiri hidup dengan melakukan upaya bunuh diri, sehingga tindakan bunuh diri menjadi masalah serius yang dihadapi negara berkembang.

Data kasus bunuh diri di kota Kupang tahun 2019,  tercatat ada sebanyak 4 kasus bunuh diri dengan rentang usia korban 14-49 tahun.

“Tahun ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang dalam mengambil bagian dengan melakukan kegiatan yang bertema promosi kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri, sebagai upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kepedulian semua
pihak,” tambah Sri.

Kota Kupang terus melakukan upaya pelayanan kesehatan jiwa melalui peningkatan kemampuan dokter umum dan tenaga kesehatan, pendidikan kesehatan sebagai upaya promoti dan preventif dengan deteksi dini masalah kesehatan jiwa, pendidikan kesehatan pada kelompok anak sekolah dasar dan lanjutan.

Baca Juga :  Ribuan Guru Honorer di Kota Kupang Belum Terima Insentif

Pengadaan obat Psikofarmaka hingga ke puskesmas, kunjungan rumah bagi pasien ODGJ dengan pasung dan non pasung hingga rujukan kasus ke fasilitas kesehatan. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]