Home / Sosbud / 36 Desa di Belu Terendam Banjir

36 Desa di Belu Terendam Banjir

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Banjir Belu

Banjir Belu

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 36 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 23 Juni 2013 terendam banjir, akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu yang menyebabkan meluapnya sungai Benanain.

Desa yang terendam banjir itu yakni Kecamatan Malaka Barat sebanyak 14 desa, Malaka Tengah 17 desa dan Weliman lima desa. Terdapat tujuh desa yang terparah terkena banjir yakni Umato’os, Lasaen, Fafoe, Sikun, Maktihan, Na’as, dan Motaulun. Desa-desa itu terletak di Kecamatan Malaka Barat.

Ketinggian air di tujuh desa ini masih berkisar 1-1,5 meter, sedangkan ketinggian air desa-desa lainya berkisar setengah meter. “Ratusan warga sudah mengungsi ke lokasi yang aman dan saat ini hujan lebat masih terus turun,” kata, warga Besikama, ibu kota Kecamatan Malaka Barat, Epin yang dihubungi wartawan, Minggu, 23 Juni 2013.

Baca Juga :  Gempa 4,7 SR Guncang Rote Ndao

Menurut dia, puluhan rumah yang terendam banjir hanya menyisakan atap. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, karena warga sudah menyelamatkan diri sebelum banjir menerjang desa merek. Banjir melanda wilayah di selatan Kabupaten Belu tersebut setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama dua hari berturut-turut. “Banji juga menggenangi rumah-rumah warga, banjir juga merendam sejumlah sekolah, sehingga kegiatan belajar pun lumpuh,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur, Tini Thadeus mengatakan pihaknya telah mengirim bantuan darurat kepada masyarakat korban banjir di Malaka Barat termasuk bantuan air bersih yang diangkut mobil tengki. “Banjir di Malaka tidak bisa diatasi sebelum tanggul penahan banjir yang jebol di tiga titik diperbaiki,” katanya.

Baca Juga :  Penerima BLSM di NTT Belum Diketahui

Tiga titik tanggul yang jebol tersebut bukan akibat banjir, tetapi dilakukan warga di desa-desa yang terletak di bantaran sungai Benanain. “Warga merusak tanggul agar ketika terjadi banjir, mereka bisa menyeberangkan orang dengan memunggut uang,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]