Home / Polkam / 651 Ribu Warga NTT Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih 

651 Ribu Warga NTT Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih 

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Yemris Fointuna

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sampai dengan Oktober 2018 masih ada 651 ribu penduduk wajib KTP di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum melakukan perekaman KTP elektronik.

“Keterlambatan perekaman ini dikuatirkan akan berpengaruh pada  penggunaan hak pilih pada Pemilu 2019,” kata anggota Bawaslu NTT, Yemris Fointuna, Jumat, 2 November 2018.

Berdasarkan Pasal 348  UU Nomor 7 tahun 2017 ayat 1 (satu) bahwa Pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS meliputi pemilik kartu tanda penduduk elektronik yang terdaftar pada daftar pemilih tetap di TPS yang bersangkutan.

Pemilik kartu tanda penduduk etektronik yang terdaftar  pada daftar pemilih tambahan, pemilik kartu  tanda penduduk elektronik yang tidak terdaftar pada daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan dan penduduk yang telah memiliki hak pilih.

Baca Juga :  Benny Litelnoni Angkat Anak Asuh di Saterlenda

Namun faktanya di beberapa kabupaten/kota di NTT warga yang belum melakukan perekaman KPT-e masih cukup banyak. Di Kabupaten Kupang masih terdapat lebih dari 109 ribu penduduk wajib KTP elektronik yang belum melakukan perekaman.

TTS lebih dari 83 ribu,  SBD lebih dari 82 ribu, Kota Kupang lebih dari 69 ribu, Malaka lebih dari 45 ribu, Flores Timur lebih dari 40 ribu, dan kabupaten lain rata-rata yang belum melakukan perekaman KTP elektronik dibawah 30 ribu.

“Kami berharap masyarakat segera melakukan perekaman KTP elektronik, sehingga apabila tidak terdaftar dalam DPT maka dapat menggunakan hak pilihnya dengan membawa KTP elektronik di TPS sesuai alamat domisili dalam KTP,” katanya. (Ado)

Share Button
Baca Juga :  Esthon: SMS SARA dikirim Setan

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]