Home / Pendidikan / 75 SMA/SMK di NTT Tak Penuhi Standar Pendidikan

75 SMA/SMK di NTT Tak Penuhi Standar Pendidikan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Benyamin Lola

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 75 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan tak penuhi pendidikan, sehingga mereka wajib di merger pada 2020.

“Berdasarkan hasil evaluasi, ada 75 SMA/SMK yang tak memenuhi standar pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan NTT, Benyamin Lola kepada wartawan di Kupang, Rabu, 29 Mei 2019.

Standar pendidikan yang tak terpenuhi, menurut dia, salah satunya yakni jumlah siswa yang tidak mencapai 60 orang, dengan asumsi per kelas sebanyak 20 orang siswa. “Ada sekolah yang dibawah angka ini, sehingga mereka harus di merger,” tegasnya.

Dia mengatakan dalam mendirikan sekolah harus dipenuhi delapan standar pendidikan, seperti jumlah siswa, ketersediaan tenaga pengajar, dan sarana prasarana.

Baca Juga :  Pemerintah Luncurkan Surat Utang Negara SBR 006

“Ada dalam ijin operasional, harus ada kewajiban yang dipenuhi yakni 8 standar pendidikan,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika delapan standar pendidikan ini tidak dipenuhi dan memberikan kontribusi negatif bagi pendidikan NTT, maka sekolah tersebut harus di merger dengan sekolah terdekat. “Siswa di sekolah itu diberikan ke sekolah terdekat,” katanya.

Dia mengaku selama ini pemerintah telah memberikan perhatian kepada seluruh sekolah di NTT, baik negeri maupun swasta. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan intensif bagi guru-guru sekolah swasta yang akan dibayar pada Juli 2019. “Masih dalam proses verifikasi faktual, karena masih ada perbedaan data jumlah guru,” ujarnya. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]