Home / Hukrim / AJI Kecam Kekerasan terhadap Wartawan di Belu

AJI Kecam Kekerasan terhadap Wartawan di Belu

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Wartawan kumpulkan kartu pers tanda protes kekerasan terhadap Pers (foto/JS)

NTTTERKINI.COM, Atambua – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Simon Nili mengecam aksi kekerasan terhadap wartawan RRI di Belu yang dianiaya oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Kami mengecam aksi kekerasan itu, dan meminta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut,” kata Simon kepada wartawa, Kamis, 7 Febuari 2013.

Ferdinandus Asi, wartawan RRI stasiun Atambua dianiaya petugas SPBU Halifehan, kecamatan Kota Atambua, kabupaten Belu, Rabu, 6 Februari 2013 kemarin. Kasus itu terjadi saat Ferdinandus sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya yakni melakukan peliputan antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU tersebut.

Korban dipukul sebanyak tiga kali dibagian kepala. Kasus tersebut kini sedang ditangani Polres Belu. Ferdinandus Asi, mengisahkan, sekitar jam 09.30 Wita, dirinya sedang meliput aktifitas antrian BBM di SPBU Halifehan. Banyaknya kendaraan yang mengantri untuk mengisi BBM, membuat dirinya mengikuti antrian itu.

Baca Juga :  36 Desa di Belu Terendam Banjir

Dalam antrian tersebut, dirinya sempat mewawancarai salah satu warga yang sedang antri di SPBU Halifehan. Selang beberapa menit, datang petugas yang diketahui sebagai pengawas SPBU dan langsung memukul dirinya di bagian kepala.
“Dia datang langsung pukul ojek yang dibelakang saya dan tiba-tiba langsung pukul saya di kepala sebanyak tiga kali,” paparnya.

Setelah memukul, korban masih memberitahukan identitasnya sebagai wartawan, namun pelaku tidak menghiraukan omongan korban. Melihat kondisi dirinya yang telah dipukul, korban pun langsung mengambil sikap dengan melaporkan kejadian ke Polisi. “Kenapa pukul, saya ini wartawan RRI, tapi pelaku menjawab, kamu wartawan mau apa,” kata Ferdinandus mengutip jawaban pelaku.

Ferdinandus merasa heran dengan aksi pemukulan itu. Pasalnya, pekan lalu, Ferdinandus masih mewawancarai pelaku, terkait antrian BBM. “Saya masih ingat dia pengawas, karena bulan lalu saya pernah wawancara terkait antrian BBM,” katanya.

Baca Juga :  JR Wacanakan Bayar Klaim Korban Kendaraan Timor Leste

Melkianus Boymau, Kepala Seksi Siaran dan Pemberitaan RRI Atambua meminta aparat Polres Belu, agar memproses pelaku yang telah menganiaya stafnya. “Staf saya kan sedang tugas meliput da dipukul tanpa sebab, karena itu saya minta agar pelaku diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.

Pemilik SPBU, Jhon Tanur yang dihubungi wartawan mengemukakan, karyawannya telah bersalah dan memukul wartawan karena silakan di diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kalau dia bersalah telah memukul, silakan di proses saja,” paparnya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]