Home / Hukrim / AMPERA Menduga Aparat Hukum Fasilitasi Kaburnya Diana Aman

AMPERA Menduga Aparat Hukum Fasilitasi Kaburnya Diana Aman

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ampera saat berikan keterangan pers

Ampera saat berikan keterangan pers

NTTTERKINI.COM, Kupang – Aliansi Menolak Perdagangan Orang (AMPERA), Nusa Tenggara Timur (NTT) menduga adanya peran aparat hukum, seperti Polisi, Hakim, Jaksa dan pengacara ikut memfasilitasi kaburnya terdakwa pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Diana Aman.

“Kami menduga adanya peran aparat hukum yang ikut memfasilitasi kaburnya tersangka Diana Aman sebagai tahanan,” kata Perwakilan AMPERA, Paul Sinlaloe, Senin, 17 Juli 2017.

Menurut dia, terdapat kejanggalan dan cacat hukum dalam proses penahanan terdakwa, Diana Aman alias Diana Chia alias Mam Diana dengan nomor berkas acara 12/pidsus/2017/PN KPG. Sejak menjadi tahanan di Rumah Tahanan, dan dialihakn menjadi tahanan kota hanya menggunakan alamat domisili hotel Sotis, sehingga sulit untuk ditangkap.

Baca Juga :  Sidang Gugatan atas Setya Novanto Digelar Hari Ini

Adapun penanguhan penahanan dengan pengajuan kesehatan atas tahanan tersebut menggunakan keterangan medis dari pihak rumah sakit Malaysia yang di nilai telah kadaluarsa dan seharusnya keterangan tersebut dikeluarkan pihak rumah sakit kepolisian setempat atau RS Bhayangkara Kupang yang menyatakan terdakwa mengidap gangguan kesehatan depresi.

“Semestinya ada pemeriksaan secara selektif untuk mengetahui kondisi kesehatan terakhir terdakwa untuk penentuan penangguhan,” katanya.

Terdakwa Diana Aman didakwa sebagai tersangka kasus extrordinari crime atau kejahatan luar biasa yang sepatutnya tidak dilakukan penangguhan penahanan yang berpotensi melarikan diri.

Walaupun telah kabur dan belum ditemukan, namun Diana Aman telah divonis oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kupang 9 tahun penjara. (Lid)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]