Home / Hukrim / Anak Mantan Bupati Diperlakukan Istimewa di LP Wanita

Anak Mantan Bupati Diperlakukan Istimewa di LP Wanita

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Erni Manuk

Erni Manuk

NTTTERKINI.COM, Kupang – Anak mantan Bupati Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) Erni Manuk, narapidana kasus pembunuhan Joakim Langodai diperlakukan istimewa oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) wanita Kupang.

Erni Manuk bebas berkeliaran keluar masuk LP wanita tersebut. Bahkan, Erni justru difasilitasi oleh pejabat di LP wanita tersebut. Erni Manuk adalah narapidana terkait kasus pembunuhan Joakim Langodai di Kabupaten Lembata yang dihukum selama 17 tahun oleh pengadilan setempat.

Informasi yang dihimpun wartawan, Rabu, 9 Oktober 2013 menyebutkan, Erni Manuk yang sedang ditahan di LP Wanita Kupang sering keluar masuk bebas LP tersebut. Bahkan dia sering keluar pada malam minggu hingga Minggu dini hari baru kembali ke LP.

Baca Juga :  Mabes Polri Pantau Kasus Bupati Blokade Bandara

Seperti yang disaksikan wartawan di Bank Central Asia (BCA) Cabang Kupang, Erni Manuk ditemani Kepala Pengamanan LP Wanita Kupang, Martha Lobo berada di Bank tersebut.

Martah Lobo yang dihubungi melalui telepon selulernya, membenarkan dirinya mengantar Erni Manuk dan mampir ke BCA di Jalan Cak Doko Kupang untuk membuka rekening Bank milik Erni Manuk. “Benar kami tadi mampir di Bank BCA setelah kembali dari RSU Kupang untuk memeriksakan kesehatan Erni,” kata Martha.

Hal senada pun disampaikan Pelaksana tugas (PLT) Kepala LP Wanita Penfui Kupang, Stefanus Lette yang membenarkan Erni keluar bersama Martha Lobo untuk memeriksa kesehatan di RSUD Kupang. “Saya tidak tahu kalau mereka sempat mampir di BCA Kupang,” katanya.

Baca Juga :  Berkas Jaksa Selingkuh "Hilang" di Polres Pekan Baru

Menurut dia, Martha meminta ijin kepadanya untuk mengantar Erni ke rumah sakit. Dia mengaku mengijinkan, namun meminta Martha untuk meminta pengawalan aparat kepolisian. “Saya ijinkan, tetapi saya minta agar singgah ke Polres dan meminta pengawalan polisi,” katanya.

Dia mengaku tidak mengetahui apakah Martha dibayar oleh Erni agar bisa bebas keluar masuk LP wanita tersebut. “Saya tidak tahu itu. Nanti saya cek anak buah saya. Hanya saya minta pengertian bapak-bapak wartawan untuk tidak memberitakan hal ini, karena akan merusak citra kami di sini,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]