Home / Sosbud / Diterjang Bencana, SMK Ini Justru Diperbaiki TNI

Diterjang Bencana, SMK Ini Justru Diperbaiki TNI

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Anggota Kodim Sikka saat memperbaiki SMK

Anggota Kodim 1603 Sikka saat memperbaiki SMK Budi Luhur

NTTTERKINI.COM, Maumere – Kurangnya perhatian dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur rusaknya 12 ruang kelas di SMK BUdi Luhur akibat cuaca buruk yang menerjang wilayah itu awal Februari 2017, membuat puluhan tentara dari Kodim 1603 Sikka dibantu puluhan pelajar memperbaiki sekolah itu, Kamis, 9 Maret 2017.

Seperti yang disaksikan wartawan, anggota TNI-AD bersama pelajar di sekolah itu beramai-ramai kerja gotong-royong memperbaiki atap dan bangunan sekolah yang jebol.

Pengerjaan itu dipimpin salah satu anggota Kodim 1603 Sikka, Kapten Surikan yang menyebutkan jumlah personil yang terlibat pada perbaikan sekolah ini yakni 32 personil anggota TNI-AD dan dibantu 62 pelajar SMK Budi Luhur.

Baca Juga :  2014, Damkar Kota Tangani 37 Kasus Kebakaran

Dia menjelaskan seluruh atap sekolah yang masih menggantung pada bangunan sekolah semuanya diturunkan. Upaya ini dilakukan guna menghindari hal-hal yag tidak diinginkan, jika terjadi angin yang kencang.

“Setelah kami turunkan semua atapnya, nanti kami perbaiki hanya 3 ruangan yang sebelum bencana difungsikan sebagai laboratorium komputer. Biar seluruh perangkat komputer dapat difungsikan kembali di tempat itu,” katanya.

Perbaikan atap dan bangunan sekolah ini, lanjut Surikan, tanpa ada biaya operasional. Anggota TNI-AD dan para pelajar hanya memanfaatkan kembali bahan-bahan yang masih ada. Sekiranya ada bahan yang harus dibelanjakan, maka dia akan berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Surikan menambahkan keterlibatan TNI-AD pada perbaikan sekolah ini hanya sebagai bentuk keprihatinan atas bencana yang melanda sekolah itu.

Baca Juga :  Hari Ini, 19 Imam Baru Ditabsihkan

Sejumlah pengajar di sekolah itu ikut terlibat langsung di bawah pimpinan Kepala SMK Budi Luhur Arbus Antonius. Pengajar laki-laki membantu merapikan seng-seng yang sudah dibongkar, sedangkan perempuan membantu menyiapkan air mineral dan makanan tradisional. (Vik)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]