Antisipasi Corona, Penumpang KM Lambelu Akan Jalani Tes Kesehatan

0
2803

Agus Boli

NTTTERKINI.COM, Larantuka – Wakil Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Boli melarang penumpang KM Lambelu yang akan sandar di Pelabuhan Larantuka pada Selasa, 24 Maret 2020 untuk berinteraksi dengan warga sekitar, sebelum menjalani tes kesehatan guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.


“Saya sudah perintahkan Kadis Kesehatan untuk menyiapkan peralatan pemeriksaan untuk penumpang KM Lambelu yang turun di Larantuka,” tegas Agus Boli yang menghubungi media ini, Minggu, 22 Maret 2020.
Kapal Motor (KM) Lambelu dijadwalkan akan menurunkan penumpang kapal asal Flores Timur di Pelanuhan Larantuka pada Selasa, 24 Maret 2020 sekitar pukul 04.00 dini hari, setelah menempub pelayaran dari Makasar-Bau Bau-Maumere dan Larantuka.
“Demi antisipasi endemi Virus Corona di Flores Timur maka saya perintahkan Kepala Dinas Kesehatan gerakan tim medis dan para medis menyiapkan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai untuk melakukan pemeriksaan Virus Corona  atau Covid19 kepada semua penumpang kapal motor Lambelu yang turun di Larantuka, sebelum mereka ke kampung halamannya,” tegasnya.
Pemeriksaan ini, menurut dia, akan dilakukan oleh dua tim medis untuk mengetahui tanda-tanda Virus Corona, seperti suhu tubuh di atas 37-38’C  dan tanda-tanda lain terkait Virus Corona. 
Tim medis, kata dia, akan dikawal oleh petugas Pol PP, Polisi dan TNI saat dilakukan pemeriksaan di Pelabuhan Larantuka dan sebelum diperiksa dan dinyatakan aman pihak keluarga di arang berinteraksi dengan penumpang. “Kami serius menjaga Wilayah ini dari virus Corona yang mematikan ini,” tegasnya.

Dia mengatkan jika ditemukan penumpang dengan tanda-tanda virus corona, maka akan dikarantina, selanjutnya akan di kirim ke Rumah Sakit Maumere. Namun, jika sehat dan tidak ada tanda-tanda awal virus Corona, maka diperbolehka pulang ke kampung halaman dan masuk dalam ODP dan lakukan Karantina Mandiri Sosial distrasing selama 14 hari. 
“Artinya mereka cukup di rumah saja, jaga jarak minimal satu meter dalam komunikasi dengan siapapun dan perhatikan tanda-tanda lanjutan selama masa 14 hari itu. Jika setelah 14 hari sehat dan tidak tervirus Corona, maka boleh bebas berinteraksi secara sehat dengan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, dia berharap masyarakat patuh pada instruksi pemerintah, jika main-main dan enggan mengikut instruksi pemerintah, maka akan diambil tindakan tegas demi keselamatan kesehatan masyarakat Flores Timur.
“Tugas pemerintah adalah melindungi seluruh rakyat, memastikan masyarakat sehat dan sejatera dengan cara paksa sekalipun,” tegasnya lagi.
Setelah ini pemda akan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait kemungkinan ditutupnya pelabuhan dan bandara, jika keadaan memburuk, tapi masih kemungkinan melihat dinamika kasus kedepan.
“Kita perlu belajar dari Italia yang korban Virus Corona terbanyak dan dalam satu hari saja meninggal sekitar 800 orang. Itu bermula dari kelalaian warga tidak patuh pada instruksi pemerintah dan menganggap enteng serta masa bodoh,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?