Home / Sosbud / Apjati dan Forkom Tenaga Kerja Rebutan Tangani TKI

Apjati dan Forkom Tenaga Kerja Rebutan Tangani TKI

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

TKI asal NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Asosiasi pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (Apjati) dan Forum Komunikasi Tenaga Kerja (Forkomnaker) bentukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saling rebutan tangani TKI yang dipulangkan dari Malaysia.

Aksi rebutan itu terjadi di Bandara El Tari Kupang, saat pemulangan 36 dari 76 TKI dari Jakarta ke Kupang menggunakan pesawat Sriwijaya Air sekitar pukul 13.30 Wita. Sempat terjadi keributan saat ketua Apjati NTT, Paul Liyanto yang juga anggota DPD RI mendatangi Bandara El Tari Kupang bersama aparat kepolisian dengan membawa dua kendaran polisi untuk mengangkut para TKI tersebut.

Padahal, anggota Forkom naker dan Dinas Sosial telah menyiapkan dua kendaraan milik Dinas Sosial untuk mengangkut TKI tersebut. Kedatangan Paul Liyanto diteriaki oleh anggota Forkom yang menilai Ketua Apjati tak pernah memperhatikan nasib TKI. Karena selama berada di Jakarta tak sekali pun ketua Apjati mengunjungi mereka.

Baca Juga :  Nelayan Kupang Hilang Ditemukan Tewas

Suasana sempat alot, saat TKI tiba di Bandara El Tari Kupang. Kepala Dinas Sosial, Piter Manuk dan Ketua Apjati Paul Liyanto sempat bernegosiasi untuk membawa TKI tersebut. Namun, akhirnya TKI itu dibawa ke Dinas Sosial untuk dibina dan di pulangkan ke kampung halamannya.

Kadis Sosial Petrus Manuk mengatakan, kepulangan TKI dari Jakarta ke Kupang itu atas biaya Kementerian Sosial RI, karena itu para TKI yang dikirim jadi tanggung jawab Dinas Sosial NTT. “Kami menerima kedatangan mereka, karena sudah menajdi tanggungjawab kami,” katanya.

Sementara Paul Liyanto mengatakan, TKI yang dipulangkan dari Malaysia ke Jakarta beberapa hari lalu itu atas biaya Kedutaan Besar RI untuk Malaysia. Mereka dipulangkan karena menurut aturan di Malaysia, mereka termasuk TKI Ilegal. “Selain Ilegal, juga ada beberapa TKI itu masih dibawah umur, karena itu kasus ini harus ditangani pihak penegak hukum,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]