Home / Sosbud / Aspirasi Disabilitas Belum Di Akomodir Pemerintah

Aspirasi Disabilitas Belum Di Akomodir Pemerintah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
IMG_5476NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 29 penyandang disabilitas yang berada di Kelurahan Nun Baun Sabu (NBS), Kecamatan Alak, Kota Kupang,  Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku banyak aspirasi kaum difabel tidak di akomodir pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RMJD) maupun Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM).
“Sebenarnya saya senang sekali dilibatkan dalam forum disabilitas, namun kecewa karena banyak aspirasi kami yang tidak tertuang dalam RPMJD,  maupun kesulitan mengakses dana PEM,” kata salah satu difabel, Jibrael Bunga, saat temu gagas Handicap dan Forum Disabilitas, Rabu, 8 November 2017.
Menurut dia, seharusnya peruntukan dana PEM, juga harus menyentuh semua warga tidak terkecuali bagi difabel yang memiliki usaha bersama dalam satu forum. Apalagi saat pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang), semua hal teknis dan rancangan progam kerja para difabel telah tertuang dalam Musrembang, namun tidak di akomodir dalam RPMJD.
“Hingga saat ini, kami masih merasa ada kesenjangan keterlibatan kaum difabel, bagaimana kami dapat terlibat dalam pembangunan dan pemberdayaan diri, jika hal ini saja masih jadi persoalan besar bagi
kami,” tambah Gibrael.
Lurah NBS, Ruth Djami mengungkapkan terkait penggunaan dana PEM, sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) dapat di akses oleh semua warga yang telah memiliki usaha, namun hingga saat ini dana bergulir tersebut belum
pernah dirasakan kaum difabel guna pengembangan usaha.
Namun sistem peminjaman dana bergulir tersebut, bukan kapasitas kelurahan
karena verifikasi data penerima akan dilakukan oleh lintas instansi.
“Di kelurahan tidak ada alokasi khusus untuk difabel, kalo dana PEM diberikan kepada warga yang punya usaha, siapa saja boleh, namun saat ini belum ada difabel di kelurahan ini yang dapat meminjam dana
tersebut,” jelas Ruth.
Ketua Forum Difabel Kelurahan NBS, Novi Bunga mengatakan, forum difabel di bentuk sebagai  forum pemberdayaan kaum difabel, kerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Handicap International (HI)
peduli difabel, telah banyak melakukan pemberdayaan bagi kaum difabel dan di anggap sebagai subjek pembangunan bukan objek pembangunan.
“Forum difabel kelurahan kami telah diberdayakan dengan menjadikan
mereka subjek pembangunan bukan objek, namun dalam hal teknis masih terkendala dengan peningkatan hasil aspirasi program yang tidak diakomodir pemerintah,”kata Novi Bunga.
Project Officer HI, Matius Indarto, mengatakan, HI terus berupaya mendorong agar NTT, khususnya kabupaten dan Kota Kupang, ada peningkatan partisipatif penyandang disabilitas dan kelompok rentan dalam proses dan progress dinamika pembangunan daerah tersebut.
”HI ada di NTT, khususnya kabupaten dan kota Kupang, salah satunya mendorong peningkatan partisipasi penyandang disabilitas dan kelompok rentan dalam proses dan progress pembangunan,” katanya. (Lid)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  Mesjid Nurul Hidayah Sembelih 60 Hewan Kurban

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]