Home / Hukrim / Australia Kabulkan Lagi Gugatan Petani Rumput Laut

Australia Kabulkan Lagi Gugatan Petani Rumput Laut

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pengadilan Federal Australia, Rabu, 15 November 2017 kembali mengabulkan gugatan Daniel Sanda, salah seorang petani rumput laut asal Pulau Rote bersama lebih dari 15.000 rekan-rekan seprofesinya dari Kabupaten Kupang dan Rote Ndao melawan perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia.

Ketua Tim Advokasl Rakyat Korban Montara Ferdl Tanonl kepada pers di Kupang mengatakan hakim tunggal Pengadilan Federal di Sydney, Yates dalam putusannya mengatakan bahwa mesa pembatasan yang berlaku untuk klaim pemohon dalam proses persidangan ini diperpanjang hingga 3 Agustus 2016.

Sesuai dengan Pasal 44 Undang- Undang Negara bagian Australia Utara tahun 1981 tentang Pembatasan waktu Pengajuan Gugatan. Ferdi menjelaskan bahwa gugatan petani rumput laut yang didaftarkan di Pengadilan Federal Sydney tertanggal 3 Agustus 2016 tersebut menggunakan Undang-Undang Negara bagian Australia Utara tahun 1981.

Dalam Undang-Undang tersebut, kata dia, mengatur bahwa penggugat diberikan waktu selambat-lambatnya tiga (3) tahun untuk mengajukan gugatan terhitung sejak tanggal kejadian perkara.

Baca Juga :  Sail Komodo Dimanfaatkan Kampanye Pencemaran Laut Timor

Sementara Daniel Sanda atas nama 15.000 petani rumput laut di wilayah Kabupaten Kupang dan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur malah mengajukan gugatan tersebut ke Pengadilan Federal Australia 7 tahun setelah kejadian pencemaran Laut Timor itu berlangsung.

Hal ini mengacu pula pada Undang-Undang Negara bagian Australia Utara yang mengatur bahwa sebuah gugatan bisa diajukan melebihi batas waktu 3 tahun yang ditetapkan dalam Undang-Undang tersebut, jika penggugat tidak pernah mengetahui sebab akibat dari pada kejadian perkara yang digugat.

Putusan yang disampaikan hakim Yates itu setelah mempertimbangkan 101 alasan kuat yang diyakini benar sebelum membuat kesimpulan dan menetapkan putusannya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada 24 Januari 2017 Pengadilan Federal Australia di Sydney yang dipimpin hakim tunggal Griffiths dalam amar putusannya mengabulkan permohonan Daniel Sanda dan mengabaikan keberatan PTTEP Australasia dan memutuskan bahwa Daniel Sanda berhak mewakili seluruh petani rumput melawan PTTEP Australasia.

Baca Juga :  Oknum Pegawai Diduga Bobol Bank NTT

Dengan putusan pengadilan Federal Australia hari ini maka perkara tersebut dilanjutkan. “Saya berkeyakinan kuat bahwa dengan bukti dan pengakuan Daniel Sanda di Pengadilan Federal Australia beberapa waktu lalu telah meyakinkan Hakim Pengadilan Federal Australia bahwa benar tumpahan minyak Montara menjangkau pantai-pantai di NTT yang mengakibatkan rusaknya tanaman rumput laut di NTT,” ujar Tanoni.

Ia mengatakan gugatan Class Action petani rumput di Pengadilan Federal Australia ini baru mencakup dua dari 13 Kabupaten/Kota di NTT yang terdampak atau baru sekitar 3 persen saja dari total seluruh kerusakan dan kerugian yang diderita rakyat dan daerah NTT. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]