Bahas Agenda 2020, Majelis Pertimbangan Bapelitbangda Gelar Sidang

0
2489
Bapelitbangda NTT
Bapelitbangda NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang –  Majelis pertimbangan (MP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sidang terkait agenda yang akan dilakukan pada 2020 mendatang.

Sidang itu yang telah digelar pada Rabu, 27 November 2019 lalu itu bertempat di Aula G. Boeky, Bappelitbangda Provinsi NTT yang
dipimpin sekretaris MP, Lecky Frederich Koli dan dihadiri anggota MP dari kalangan akademisi dari Universitas Nusa Cendana, Unika Widya Mandira dan Universitas Muhammadiyah Kupang, yang terdiri fari, Prof. DR. Alo Liliweri, DR. Frits Fanggidae, DR. David Pandie, DR. Aziz D., DR. Ignasius Dasion, DR. Jenny Eoh, DR. Yohanes Watu, DR. Hamka Wulakada, Tony Djogo, dan Mikael Rajamuda Bataona.

Majelis Pertimbangan  bertugas memberikan arah dan kebijakan umum kelitbangan, memberikan pertimbangan pemanfaatan kelitbangan, dan memberikan dukungan pelaksanaan kelitbangan.

Siklus kegiatan kelitbangan setiap tahun Bappelitbangda Provinsi NTT diawali dengan pembahasan dan penetapan topik-topik kelitbangan oleh Majelis Pertimbangan. Tahapan ini dilaksanakan dalam sidang Majelis Pertimbangan yang digelar pada

Sekretaris Majelis Pertimbangan, Lecky Frederich Koli berharap sumbangsih pikiran dari para anggota Majelis Pertimbangan untuk perumusan topik-topik kelitbangan Bappelitbangda Provinsi NTT Tahun 2020 yang sesuai dengan visi dan misi Gubernur NTT, isu-isu strategis pembangunan, tujuh prioritas pembangunan provinsi NTT dan berbagai persoalan pembangunan yang actual di tengah masyarakat.

“Majelis pertimbangan sebagai tiim kelitbangan diharapkan dapat menunjukkan cara kerja yang lebih professional dalam kerja-kerja kelitbangan, sehingga berbagai hasil kelitbangan dapat dimanfaatkan secara nyata dalam pembangunan provinsi Nusa Tenggara Timur ke depan,” harapnya.

Hal ini sejalan dengan target kinerja sasaran kelitbangan yang menghendaki peningkatan penggunaan hasil kelitbangan dalam pembangunan daerah, dengan capaian proporsi hasil kelitbangan yang dimanfaatkan dalam proses perencanaan sebesar 100 persen.

Target kinerja sasaran kedua adalah meningkatnya kebijakan inovasi yang diterapkan di daerah dengan capaian proporsi kebijakan inovasi daerah yang diterapkan sebesar 100%. Tentunya, pencapaian target ini memerlukan kerja keras dan dukungan kita bersama, khususnya dari para anggota majelis pertimbangan.

Sidang Majelis Pertimbangan yang digelar di akhir tahun ini membicarakan tiga agenda penting, yakni progress kelitbangan utama, pendukung dan inovasi, diskusi prioritas kelitbangan utama dan penunjang provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2020, dan penetapan topik-topik kelitbangan tahun 2020.

Pada agenda pertama, Kepala Bidang Penelitian Bappelitbangda NTT, Hendry Donald Izaac mempresentasikan progress kelitbangan utama, pendukung dan inovasi yang sudah dan sedang dilaksanakan sepanjang tahun 2019. Pelaksanaan kelitbangan utama, penunjang dan inovasi menunjukkan progress yang baik.

“Kelitbangan utama ditunjukkan dengan enam topik kelitbangan yang telah selesai dilaksanakan, dan sedang dalam penyusunan policy brief,” katanya.

Progress kelitbangan utama ditunjukkan dengan penerbitan jurnal flobamora dua edisi (telah dikeluarkan izin E-ISSN oleh LIPI) dan sedang berproses status jurnal terakreditasi. Sedangkan, progress kegiatan inovasi ditunjukkan dengan launching-nya PUSPA IPTEK Provinsi NTT.

Di akhir presentasi, para anggota MP memberi apreasiasi terhadap progress kelitbangan utama, penunjang dan inovasi pada tahun 2019.

Agenda sidang selanjutnya adalah pembahasan rancangan prioritas topik kelitbangan tahun 2020 yang diwarnai dengan diskusi hangat dan alot dari para anggota

Agenda sidang kedua ini berakhir dengan kesepakatan bersama tentang topik-topik kelitbangan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 harus sesuai dengan prioritas pembangunan pada RPJMD Provinsi NTT 2018-2023, di antaranya;l pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian lingkungna, pariwisata dan industry pariwisata, pemantapan infrastruktur, dan reformasi birokrasi untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.

Penetapan topik-topik kelitbangan ini akan difollow up dengan pemilihan dan penetapan judul dalam pelaksanaan kegiatan kelitbangan selanjutnya.

Pada agenda sidang ketiga, para anggota MP sebatas mendengarkan informasi dari Kepala Bidang Litbang Bappelitbangda Provinsi NTT terkait rancangan kelitbangan penunjang dan inovasi yang memberikan warna baru dalam rancangan kegiatan. Hal ini mendapat apresiasi dari para anggota MP, salah satunya berkaitan dengan program dan kegiatan NTT Development Forum yang menginisiasi  pemanfaatan inovasi daerah bagi pembangunan di Provinsi NTT.

Di akhir sidang majelis pertimbangan, sekretaris MP memberi kesempatan kepada Ibu Suci Istiqlaal, fungsional peneliti ahli muda Bappelitbangda Provinsi NTT untuk mempresentasikan idea concept paper salah satu rancangan kelitbangan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Konsentrasi kelitbangan yang dipresentasikan Ibu Suci, memfokuskan pada pengolahan hasil perikanan (rumput laut) yang dipadukan dengan kelor (moringa) sebagai tambahan makanan bergizi bagi balita stunting.

Rancangan kelitbangan ini mendapat banyak masukan dari para anggota MP terkait kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan tersebut. Peneliti sendiri berharap hasil penelitiannya ini dapat bermanfaat terhadap penurunan angka stunting di NTT.

Pelaksanaan sidang Majelis Pertimbangan ditutup dengan arahan singkat dari Sekretaris Majelis Pertimbangan terkait peningkatan kualitas kelitbangan pada tahun-tahun mendatang. “Kualitas hasil kelitbangan ditentukan juga dari pemanfaatannya bagi pembangunan. meskipun SDM kelitbangan kita terbatas, namun proses kerja yang professional dengan para majelis pertimbangan dapat memberikan jaminan atas hasil kelitbangan yang diperoleh,” tegasnya. (*/Ado)

Komentar ANDA?