Home / Sosbud / Bahas Trafficking, Assisten Pemerintahan Marah Ketidakhadiran Nakertans NTT

Bahas Trafficking, Assisten Pemerintahan Marah Ketidakhadiran Nakertans NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Workshop Human Trafficking

NTTTERKINI.COM, Kupang – Asisten pemerintahan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mikael Fernandez marah akibat ketidakhadiran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) saat pertemuan konferensi komunitas untuk migrasi, tenaga kerja dan perdagangan orang.

“Masalah perdagangan orang tanggungjawab kita semua. Ketidakhadiran Nakertrans seolah tidak perduli dengan persoalan kemanusiaan yang sampai hari ini masih terjadi yang pasti saya akan sampaikan ke Gubernur,” kata. Mikael saat membuka pertemuan konferensi  komunitas untuk migrasi, tenaga kerja dan perdagangan orang, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurut dia, pertemuan dengan berbagai komunitas yang peduli persoalan tenaga kerja dan tindak perdagangan orang tersebut sangat krusial, karena menyangkut hak semua warga untuk hidup layak  yang seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak agar bersama mencari solusi terbaik terhadap tingginya kasus perdagangan orang di NTT.

Baca Juga :  Siswa SD GMIT Airnona Tewas Tertimpa Pohon

“Ini menjadi persoalan yang sangat krusial, dan pemerintah juga harus miliki kepedulian dan  tanggung jawab yang besar terhadap semua warga,” tambah Fernandez.

Data Oktober 2018, jumlah tenaga kerja ilegal yang berhasil digagalkan ke luar negeri sebanyak 1.663 orang yang terdiri dari perempuan sebanyak 1.031 dan laki-laki sejumlah 632 orang dengan negara
tujuan Malaysia, Hongkong dan Brunei Darussalam. Sementara tenaga kerja yang meninggal sebanyak 185 orang, perempuan sebanyak 121 orang dan laki-laki 64 orang. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]