Bank NTT Belum Kantongi Ijin Gunakan QRIS

0
343

Media Gathering BI NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) hingga saat ini belum mengantongi ijin sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) bank yang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) sebagai sistem transaksi non tunai sesuai standar nasional.
“Sejak QRIS diluncurkan, ada total 28 PJSP yang sudah diberikan ijin oleh BI untuk menggunakan QRIS, sehingga kami berharap seluruh PJSPmempercepat proses QRIS yang ada di NTT. Masih banyak yang sedang antri mengajukan ijin untuk penyelenggara QRIS termasuk Bank NTT,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat Media Briefing “Pekan QRIS Nasional 2020”, Selasa, 10 Maret 2020.
Dia mengatakan 28 PJSP yang sudah diberikan ijin oleh BI untuk menggunakan QRIS, diantaranya Bank Mandiri, BCA, BNI, BRI, CIMB Niaga, Danamon, Maybank, Mega, Nobu Bank,OCBC NISP, Bank Sinarmas dan PJSP Non Bank yang telah mengantongi ijin dari BI yakni OVO, GoPay, Telkom, Linkaja, Dana, Paytren, Shopeepay, BluePay dan Ottocash.
Sedangkan penjual atau pedagang barang dan jasa (Merchant) sudah terdaftar dan memasang QRIS di NTT sebanyak 10.533 merchant dan untuk Kota Kupang tercatat sebanyak 3.041 merchant.
Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran PUR dan Keuangan Inklusif BI NTT, Sri Sandhi mengatakan seiring dengan perubahan ekonomi yang menuju ekonomi digital secara bertahap dari semua lapisan  masyarakat sudah harus dapat menggunakan sistem pembayaran non tunai.
“Penggunaan QRIS bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan sebagai transaksi pembayaran yang efisien, mudah dan aman,” kata Sandhi.
Guna peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat serta mengakselerasi akseptasi dari sisi pedagang maupun pengguna terhadap implementasi QRIS, BI mengadakan pekan QRIS sejak 9-14 Maret 2020 yang meliputi sosialisasi dan edukasi di lingkup pemerintahan,sekolah, tempat ibadah,universitas, dan UMKM.(Lid)

Komentar ANDA?