Home / Polkam / Bawaslu NTT dan KPU Kota Dilaporkan ke DKPP

Bawaslu NTT dan KPU Kota Dilaporkan ke DKPP

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Germanus Atawuwur

Germanus Atawuwur

NTTTERKINI.COM, Kupang – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait sengketa pemilu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kupang dan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore- Herman Man.

“Pasti ada langkah hukum, PTUN-kan Bawaslu dan lapor ke DKPP. Karena kesewenangan, karena non prosedural. Ada peluang untuk ke DKPP, maka kami akan DKPP-kan mereka,” kata Ketua Panwaslu Kota Kupang, Germanus Atawuwur kepada media ini, Senin, 14 November 2016.

Menurut dia, Panwaslu disebut sebagai pengawas pemilu, untuk penegakan aturan, tapi justru Bawaslu yang membatalkan putusan Panwaslu Kota Kupang. “Ada apa dibalik pencapakan kami ini. Ada skenario besar atau apa?, karena kepentingan Panwaslu hanya menegakan aturan, karena selalu dianggap remeh,” tegasnya.

Baca Juga :  Besok Dua Paslon Walikota Gelar Kampanye Akbar

Ada dua alasan Panwaslu melapokan Bawaslu NTT ke DKPP terkait pembatalan putusan Panwaslu oleh Bawaslu NTT, serta pemberhentian sementara anggota Panwaslu Kota Kupang.

Hal serupa juga telah dilakukan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore- Herman Man yang melaporkan Bawaslu NTT dan Komisioner KPU Kota Kupang ke DKPP, serta PTUN. “Gugatan ke DKPP sudah. Kami sudah ada surat panggilan, tapi ditunda lagi. Saya curiga ada permainan orang besar di Jakarta. Masah sih seorang Menteri buat surat hanya karena Pilkada Kota Kupang,” katanya.

Laporan ke DKPP dan gugatan ke PTUN terkait dengan pembatalan keputusan Panwaslu Kota Kupang yang mengeliminasi calon Wali Kota Kupang Jonas Salean, namun oleh Bawaslu NTT dan KPU Kota Kupang justru mengabaikan putusan Panwaslu, hanya berdasarkan surat dari Bawaslu NTT. “Yang kami gugat adalah dua lembaga ini, bukan Jonas Salean,” tegasnya.

Baca Juga :  Pilkada Kota, Delapan Ribu Pemilih Terancam Kehilangan Hak Pilih

Juru bicara KPU Kota Kupang, Daniel Ratu mengaku siap menghadapi gugatan yang dilaporkan ke DKPP, karena sudah merupakan konsekuensi dari proses melaksanakan tugas dan pengambilan keputusan. “Secara pribadi saya siap, karena laporan DKPP dugaan pelanggaran kode etik oleh angota KPU, karena melanggar kode etik oleh anggota KPU,” tegasnya. Ketua Bawaslu Nelce Ringu hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]