Home / Sosbud / Bencana Alam di NTT, Tujuh Orang Tewas

Bencana Alam di NTT, Tujuh Orang Tewas

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.com, Kupang – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur dalam kurun waktu dua pekan terakhir ini yang berdampak pada bencana banjir dan gelombang tinggi telah menewaskan tujuh orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Fransiskus Salem kepada wartawan di Kupang, Kamis, 17 Januari 2013 mengatakan, berdasarkan laporan dari 16 kabupaten/kota, terdapat tujuh korban meninggal akibat bencana ini. Rata-rata korban meninggal, karena terseret arus banjir.

Tujuh korban yang meninggal itu itu yakni Laurensius T. Maran, warga Desa Bahinga, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur yang tewas terseret gelombang tinggi. Gracia Lango, (55) asal Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende tewas terseret banjir. Anastasia Maria Rofanti (54) asal Desa Namang Kewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka yang tewas tertimpa pohon yang tumbang.

Baca Juga :  Gempa 3,3 SR Guncang Timor Tengah Utara

Adapun empat korban lainnya yang terseret banjir pada awal Januari 2013 yakni Gabriela Paji (46) asal Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka. Yosep Adhang (22), asal Kelurahan Mbay II, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Margaretha Pala (30) bersama anaknya Riko Tibu (5) asal Desa Lapeom, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Frans menyampaikan, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, jenazah Laurensius Maran yang meninggal akibat terseret gelombang tinggi belum ditemukan. Pemerintah masih melakukan upaya pencarian. “Sedangkan korban meninggal akibat terseret banjir, semuanya sudah ditemukan,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka masih memastikan kebenaran laporan terkait masih ada lagi satu korban yang diduga terseret banjir. Korban hilang yang terseret banjir ini berasal dari Desa Rero.

Baca Juga :  Gubernur: Pengungsi Rokatenda Sudah Ditangani

Selain itu, angin kencang dan gelombang tinggi juga dilaporkan melanda Kelurahan Wolomarang, Kabupaten Sikka yang mengakibatkan tiga rumah rubuh dan tujuh rumah lainnya rusak ringan. Sedangkan di Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka banjir menggenang lebih dari 20 hektare tanaman padi yang baru berusia sebulan.

Dari 21 kabupaten/kota di NTT, terdapat 16 kabupaten/kota yang terkena dampak bencana tersebut, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan gelombang pasang. (Rit)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]