Home / Polkam / Beras Habis, Mahasiswa di Kupang Nekat Curi Motor

Beras Habis, Mahasiswa di Kupang Nekat Curi Motor

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Aparat kepolisian resort sektor Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 4 Desember 2018 mengamankan dua orang mahasiswa yang melakukan pemalakan dan pencurian sepeda motor dengan kekerasan.

Salah satu mahasiswa diamankan, karena mencuri sepeda motor di dua kampus sekaligus. Mereka beralasan yang sama, aksi nekat tersebut dilakukan lantaran orang tua di kampung terlambat mengirimkan uang untuk kebutuhan makan dan perkuliahan.

Kedua mahasiswa asal Pulau Sumba ini masing masing berinisial MD dan JLB. Keduanya diamankan tim buser di kamar kos mereka, setelah korban melaporkan kejadian yang menimpanya. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita dua buah golok yang digunakan untuk memalak tiga buah handphone, serta sejumlah uang.

Baca Juga :  BKH-Nope Masukan Rekening Dana Kampanye

Pelaku pemalakan, MD mengaku aksinya melakukan pemalakan, karena mabuk minuman keras, sehingga tidak diketahui dilakukannya. Dan aksi ini baru sekali dilakukan, karena kebutuhan makan- minum di kos telah habis, sedangkan orang tua belum mengirimkan uang.

“Parang sebenarnya tidak selamanya pake merampok, karena waktu itu karena alkohol yang bekerja, sehingga kami juga tidak tau lagi apa yang kami lakukan. Jujur saja, karena faktor di kos, misalnya beras tidak ada. Orang tua petani. Kami baru semester satu dan ini baru pertama kali, dan saya menyesal setelah ditangkap,” katanya.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto mengatakan sebelum merampas barang dari para korban, keduanya mengancam menggunakan golok. Setelah berhasil memalak, keduanya lalu menjual kepada teman teman mahasiswa lainnya dan uang tersebut dipakai untuk keperluan pribadi mereka. “Dari pengguna HP ini dia mengaku bahwa dia beli dari kedua tersangka,” katanya.

Baca Juga :  Survei Indo Barometer, Frans Sarong Unggul di Matim

Setelah mendapat laporan, polisi bergerak cepat menangkap tersangka JLB. 20 tahun yang merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan semeseter III. Selanjutnya pihaknya menangkap MD. 20 tahun yang juga mahasiswa Fakultas Perikanan semester I. “Dari tangan kedua tersangka berhasil disita barang bukti dua parang, handphone yang digunakan pelaku,” katanya.

Atas perbuatan nekat tersebut kedua pelaku terancam dikeluarkan dari kampus, karena harus menjalani hukuman, karena dijerat dengan pasal berlapis dan ancaman hukuman belasan tahun penjara. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]