Home / Polkam / BKH Belajar Pluralisme Agama dari Haji

BKH Belajar Pluralisme Agama dari Haji

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Beny K Harman

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pater Otto Gusti Madung menyatakan, Calon Gubernur yang diusung Koalisi NTT Bangkit, Benny Kabur Harman (BKH) belajar menghayati primordialisme keagamaan dari seorang haji sewaktu masih duduk di bangku kuliah.

“BKH sangat paham tentang bagaimana menghayati pluralisme hidup beragama termasuk di NTT,” kata Gusti Madung ketika tampil sebagai pembedah pada peluncuran buku “Panggilan Nurani” di Kupang, Sabtu 2 Februari 2013 lalu.

Menurut dia, dari biografi BKH sebagaimana ditulis dalam buku “Panggilan Nurani”, memperlihatkan bahwa BKH adalah seorang aktivis politik. BKH adalah seorang cendikiawan yang dikursus dengan kebenaran. Multikulturisme adalah perbedaan kecil yang tak perlu diperdebatkan. Dalam demokrasi, kontroversi adalah sesuatu yang rasional.

Baca Juga :  Inilah Perusahaan Pemenang Tender Logistik Pilgub NTT

BKH, katanya, menganjurkan “akal sehat” atau common sense sebagai basis moral rasional dalam menilai setiap keputusann hukum. Karena akal sehat dapat mengungkapkan transparansi dan objektivitas. Akal sehat juga mengedepankan objektivitas dalam penyelesaian sebuah persoalan.

“Dalam akal sehat akan ada transparansi proses berjalannya hukum. Tidak ada manipulasi tertentu, tak ada perhitungan tertentu,” tandas Gusti Madung.

Sementara itu, BKH menegaskan, dirinya sangat paham tentang pluralisme. Ini didasarkan pada perjalanan hidupnya waktu kuliah, dimana satu kos dengan mahasiswa muslim dan seorang menjadikannya sebagai “anak angkat.”

“Keberagaman ras tak boleh membuat kita berbeda. Harus diakui, NTT masih dikenal sangat primordial dan feodal,” ujarnya.

Ia beragurmen, berdasarkan hasil refleksi, kemiskinan bukan semata-mata karena adanya kemalasan. Kemiskinan yang terjadi, termasuk di NTT karena ada struktur sosial yang tidak adil dan tidak adanya intervensi pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.

Baca Juga :  Pendukung Jonas Salean Protes Putusan Panwaslu

Untuk itu harus ada perkakas politik, seperti menjadi bupati atau gubernur. Sehingga dengan perkakas yang ada bisa mengatasi semua problem yang terjadi.

“Obsesi saya menjadikan NTT sebagai provinsi teladan dalam segala hal termasuk pemberatasan korupsi,” tandas BKH menjawabi pertanyaan NTT sebagai provinsi terkategori korupsi tapi belum ada satu pejabat pun diproses hukum. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]