Home / Polkam / BKH Diperiksa KPK, Demokrat NTT Pasrah

BKH Diperiksa KPK, Demokrat NTT Pasrah

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Beny K Harman

Beny K Harman

NTTTERKINI.COM, Kupang – Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) pasrah terkait pemeriksaan terhadap Beny Kabur Harman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus simulator Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Itu sikap yang bijak dari Beny Harman untuk memenuhi panggilan KPK,” kata Sekretaris Partai Demokrat NTT, Jonathan Kana, Jumat, 1 Maret 2013. Beny K Harman, Kamis, 28 Februari 2013 kemarin memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus simulator SIM. Selain Beny K Harman, KPK juga memeriksa tiga anggota DPR RI lainnya yakni Azis Syamsudin, Bambang Soesatyo, dan Herman Heri.

Namun, Jonathan mengakui pemeriksaan terhadap Beny K Harman tidak berpengaruh pada keikutsertaan Beny K Harman pada pelaksaan Pilkada NTT. “Tidak ada pengaruhnya dengan Pilkada NTT. Kami tetap solid dukung BKH-Nope,” tegasnya.

Baca Juga :  BKH Serius Garap Pariwisata NTT

Justru, dia menilai sikap Beny K Harman memenuhi panggilan sangat kooperatif untuk memberantas korupsi di negeri ini. Karena kasus itu saat Beny K Harman menjabat sebagai ketua Komisi III DPR RI. “Kami salut, karena Beny sangat kooperatif,” katanya. Diketahui, KPK mengumumkan kerugian negara sekitar Rp 100 miliar dari total nilai proyek Rp 196,8 miliar.

Dalam dokumen proyek, harga simulator sepeda motor adalah Rp 77,79 juta per unit, sedangkan simulator mobil Rp 256,142 juta per unit. Kenyataannya, dalam dokumen perjanjian pembelian barang dari Citra Mandiri dengan Inovasi Teknologi, harga per unit simulator sepeda motor hanya Rp 42,8 juta, sementara simulator mobil Rp 80 juta per unit. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]