Home / Polkam / BKH: Hukum Indonesia Belaku Bagi Rakyat Kecil

BKH: Hukum Indonesia Belaku Bagi Rakyat Kecil

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Beny K Harman

NTTTERKINI.COM, Kupang – Calon Gubernur NTT Benny K Harman menilai hukum di Indonesia hanya berlaku bagi masyarakat kecil dan ekonomi lemah. Sedangkan, orang yang berekonomi kuat dan berkuasa.

Hal itu dikatakan Beny K Harman menyikapi penegakan hukum di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 9 Februari 2013. “Kasus-kasus yang menimpa wong cilik tersebut merupakan ironi hukum, sekaligus cermin nyata ketidakadilan hukum,” kata Beny.

Dia mencontohkan kasus yang menimpa nenek Minah, 55 tahun, di Banyumas, Jawa Tengah. Nenek Minah harus duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, karena mencuri tiga biji kakao (coklat) milik PT Rumpun Sari Antan.

Baca Juga :  NTT Perkuat Enam Rumah Sakit Rujukan

Jika dinominalkan dengan uang, jumlah tiga biji kakao itu senilai Rp 15 ribu. Nenek Minah mengambil biji kakao tersebut untuk dijadikan bibit, yang kemudian akan ditanam di kebun miliknya.

Dia mengatakan, jika masyarakat yang tidak mampu, baik secara ekonomi, sosial, politik, maupun hukum, aparat penegak hukum tampaknya sangat sigap memroses mereka, ketika diduga melakukan pelanggaran. Namun kesigapan serupa tidak ditunjukkan terhadap para pelanggar yang kuat kuasa dan pemilik akses ekonomi.

“Hukum Indonesia seperti pisau dapur, tajam ke bawah, ke arah masyarakat kecil, namun tumpul ke atas, ke orang-orang yang kuat secara ekonomi, politik, sosial dan hukum,” katanya.

Doktor hukum lulusan Universitas Indoensia (UI) itu mengakatan, hukum bukan hanya sekedar aspek formalitas (legal formal), tapi harus kaya dengan nilai-nilai humanis dan keadilan subtantif. “Hukum harus memuat keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]