Home / Polkam / BKH Pemimpin Berkarakter Kupu-Kupu

BKH Pemimpin Berkarakter Kupu-Kupu

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

BKH-Nope dan Ibu usai penarikan nomor urut pasangan cagub dan cawagub NTT. (foto/JS)

NTTTERKINI.COM, Kupang – Beny Kabur Harman (BKH) dinilai sebagai pemimpin yang berkarakter sebagai kupu-kupu yang bermetamorfosis dalam proses hidupnya, terbang dari satu tanaman ketanaman lainnya melakukan penyerbukan untuk memberikan hasil dan kehidupan bagi tanaman yang diserbukinya.

Penilaian ini disampaikan sosiolog dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Balkis Soraya Tanof dalam acara bedah buku Beny K Harman yang berjudul “Panggilan Nurani” di Kupang, Sabtu, 2 Februari 2013.

BKH, menurut dia, bermetamorfosis untuk menuju transformasi masyarakat yang sejahtera, berkeadilan dan bermartabat melalui panggilan Hati Nurani untuk membangun Nusa Tenggara Timur. “Inilah penilaian saya setelah membaca buku pak Beny,” katanya.

Baca Juga :  NTT Bangun Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana

Dia juga memberikan apresiasi atas buku tersebut, karena ada niat dan ketulusan hati seorang BKH sebagai bagian dari elemen masyarakat NTT yang telah hijrah ke Jakarta, terpanggil pulang ke kampung guna mendedikasikan pengalamannya membangun NTT yang sedang berdinamika menuju perubahan. “Saya harus memberikan apresiasi atas niat pak Beny yang ingin membangun NTT,” katanya.

Dosen Theologi UKW Kupang, Mery Kolimon mengatakan dalam buku “Panggilan Nurani” hasil karya anggota DPR RI Beny Kabur Harman ini, penulis ingin memberikan inspirasi dan daya dobrak kepada para pembaca dari keteladan hidup BKH, khususnya bagi generasi muda Indonesia yang menginginkan perubahan di negeri ini.

“Sumber data untuk penulisan buku ini berasal dari wawancara langsung dengan BKH maupun dari berbagai tulisan beliau yang mencerminkan buah pikir atau gagasannya yang terdapat dalam berbagai media cetak, media online, televisi, jurnal maupun buku-buku,” katanya.

Baca Juga :  Hanya 2,9 Juta Pemilih Ikut Pilkada Gubernur NTT

Buku ini, katanya, tidak hanya mengisahkan tentang kebaikan BKH, tapi juga menyajikan kehidupannya yang kontroversi. “Saya secara pribadi sangat menghargai buku ini yang ditulis dan diluncurkan pada momen menjelang Pilkada di NTT,” katanya.

Menurut dia, banyak pihak akan menilai bedah buku ini bagian dari kampanye politik, namun inilah cara cerdas dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan cara ini publik diajak untuk ikut serta mengenali calon pemimpinnya secara baik. “Bagian dari pencerdasan bangsa, pencerdasan publik dan pemilih, sehingga tidak membeli kucing dalam karung,” katanya. (Lan)

 

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]