Home / Sosbud / BPJS Ketenagakerjaan Santuni Buruh Serabutan di Ende

BPJS Ketenagakerjaan Santuni Buruh Serabutan di Ende

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

BPJSTK berikan santunan kecelakaan kerja

NTTTERKINI.COM, Ende – Nurhayati, ahli waris almarhum Usman Pua Ndita, buruh serabutan bangunan konstruksi, warga desa Beramari, Kecamatan Nangapanda, Ende-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat santunan kecelakaan sebesar Rp 121juta dari Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenaga Kerjaan (BPJSTK).

“Saya sampaikan terima kasih atas dana santunan ini, kami akan manfaatkan sebaiknya terutama untuk kebutuhan sekolah anak dan buka usaha yang bisa jadi tumpuan hidup setiap hari,” kata Nurhayati saat menerima santunan belum lama ini di
Ende-Flores.

Direktur Keuangan BPJSTK, Evi Afiatin menjelaskan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja adalah program negara yang bertujuan melindungi setiap pekerja, bukan hanya bagi pekerja formal, namun pekerja mandiri atau bukan penerima upah.

Baca Juga :  335 Calon Haji Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sehingga pemerintah juga harus turut andil bersama mewujudkan implementasi program jaminannsosial ketenaga kerjaan melalui dukungan regulasi maupun program aksi, sehingga setiap pekerja dapat memperoleh haknya apabila mengalami resiko kerja.

”Resiko kerja itu tidak hanya celaka melulu, tapi berkaitan dengan kesinambungan penghasilan atau tabungan saat hari tua dan
pensiun,” kata Evi saat bersama komisi IX DPR RI lakukan kunjungan kerja sekaligus serahkan dana santunan kecelakaan di Ende-Flores.

Deputi Direktur wilayah Bali Nusra, M Yamin Phalevi juga mengungkapkan BPJSTK dan pemerintah daerah terus lakukan upaya untuk memastikan setiap pekerja dapat terlindungi melalui program jaminan sosial yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan harivtua maupun jaminan pensiun.

Baca Juga :  Pasca Gempa, Pasien Bertahan Di Tenda Darurat

“BPJSTK dan pemerintah daerah terus berupaya sekaligus memastikan semua pekerja telah dilindungi program jaminan kerja dari BPJSTK,” kata Phalevi.

Data BPJSTK NTT terdapat 49 ribu tenaga kerja formal atau penerima upah, 12 ribu pekerja mandiri yang aktif membayar iuran, dan pekerja harian lepas tercatat sejumlah 42 ribu orang.

BPJSTK telah memberikan santunan sepanjang tahun 2017l sebesar Rp51 milliar bagi 5. 695 kasus resiko kerja. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]