BPS NTT Luncurkan Website Flobamora Satu Data

0
945
Gubernur NTT saat memukul gong pada peluncuran flobamora satu data
Gubernur NTT saat memukul gong pada peluncuran flobamora satu data
Gubernur NTT saat memukul gong pada peluncuran flobamora satu data

NTTTERKINI.COM, Kupang – Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan website Flobamora Satu Data sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak melalui layanan website.

“Tujuan peluncuran website ini, jika ada kebijakan pemerintah, maka dapat mengacu pada satu data yang sudah teritegrasi secara baik,” kata Kepala BPS RI, Kecuk Suhariyanto saat peluncuran Website Satu Data, Kamis, 17 November 2016.

Suhariyanto menambahkan pengelolaan kegiatan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan wajib didasarkan pada basis informasi data dan sumber informasi data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sumber data yang dimaksud diantaranya data kependudukan, kewilayahan, potensi, dan data teknis lainnya yang secara regular dan periodik dihasilkan oleh BPS dan dijadikan sebagai acuan utama sumber informasi data.

”Saya berharap melalui dukungan ini dapat mengoptimalkan ketersediaan data sekaligus memetakan peluang sinergi dan sasaran pembangunan yang tepat dalam pencapaian target pembangunan,” tegasnya.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan informasi data merupakan komponen penting bagi pemerintah dalam pengambilan keputusan dan menjadi upaya untuk meningkatkan kualitas kebijakan. “Data memiliki potensi yang signifikan dalam memberikan manfaat baik bagi pemerintah maupun warga masyarakat,” katanya.

Dengan adanya website Flobamora satu data diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kepentingan pembangunan dan menjadi media yang bisa dipakai oleh masyarakat luas sebagai sarana penyedia informasi data yang akurat dan terpercaya dalam mengikuti perkembangan di wilayah NTT.

“Penyelenggaraan pemerintah ke depan dituntut untuk lebih terukur dan terpadu dalam mengelola pembangunan dengan data, namun beberapa sumber data masih terdapat perbedaan sehingga perlu adanya keseragaman data,” kata Frans.

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwalapia mengatakan masih terdapat kesenjangan data antara yang dibutuhkan dan yang tersedia termasuk ketidakseragaman tolak ukur atau indikator dalam format data, sehingga tahapan pengelolaan data serta penyajian menyulitkan integrasi data. ”Dengan adanya Flobamora Satu Data, BPS akan melakukan kolaborasi dan sinergitas dengan seluruh instansi untuk menggabungkan data dan informasi yang akurat”. (Lid)

Komentar ANDA?