Home / Ekbis / Bulog Sediakan 13 Ton Beras Setiap Hari

Bulog Sediakan 13 Ton Beras Setiap Hari

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pelepasan beras intervensi Bulog

NTTTERKINI.COM, Kupang – Badan Urusan Logistik (Bulog), Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan intervensi pasar dengan menyediakan beras medium sebanyak 13 ton per hari demi menunjang Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) pangan khususnya beras.

“Kegiatan ini serentak di aksanakan Bulog di seluruh Indonesia untuk Kota Kupang saja, kami siapkan sebanyak 13 ton perhari guna intervensi pasar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bulog NTT, Supriyono saat peluncuran giat KPSH, Selasa, 04 September 2018.

Menurut dia, kegiatan KPSH melalui Operasi Pasar Cadangan Beras pemerintah (OP-CBP) khusus beras medium di patok dengan harga Rp. 9.500 per kilogram (Kg). Sedangkan ketentuan harga beras medium di gudang harga Rp 8.600 per kg.

Baca Juga :  Pemprov NTT Belum Tindaklanjut Rp 38,1 Miliar LHP BPK

“Kami prioritaskan ke pasar-pasar tradisional, dan hal ini akan  dilakukan tiap hari, khusus pangan pokok yakni beras agar tetap tersedia dalam jumlah dan kualitas yang baik,” tambah Supriyono.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Ekonomi, Joni Waleng mengatakan intervensi pasar semata bertujuan mengendalikan harga, sekaligus menjaga ketersediaan beras agar mampu mengendalikan inflasi di daerah itu.

“Selain bertujuan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, kegiatan tersebut merupakan upaya bersama dan sinergitas pemerintah bersama mitra kerja dalam rangka mengendalikan inflasi daerah,” kata Joni.

Ketua Satuan tugas (Satgas) Pangan, Dominicus Yempormase mengarayakan keterlibatan Polri sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meminimalisir dan mengontrol kemungkinan terjadi penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Satgas OJK Hentikan Operasi 14 Perusahaan Investasi

“Satgas pangan ikut terlibat secara bersama dalam mendukung program pemerintah dan konsisten untuk melakukan kontrol agar tidak ada penyimpangan dan penimbunan yang dapat mengakibatkan gejolak harga di
masyarakat,” kata Wadir Krimsus Polda NTT itu. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]