Bumi Indah Segera Lunasi Tunggakan Pajak Alat Berat

0
358

Yohanes, staf PT Bumi Indah

NTTTERKINI.COM, Kupang – PT Bumi Indah di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) segera melunasi tunggakan pajak kendaraan (Alat berat).

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak UPT Pendapatan di Sumba Barat Daya, termasuk soal besaran pajak untuk segera diselesaikan,” kata Melkianus Lubalu saat dihubungi via telepon, Senin, 10 Februari 2020 terkait tunggakan pajak kendaraan (alat berat) yang belum dilunasi.

Dia mengaku tidak mengurus sendiri semua hal berkaitan dengan perusahaan, sehingga baru mengetahui kalau masih ada tunggakan pajak yang harus dilunasi.

“Saya ini tidak bisa urus sendiri perusahaan yang besar ini. Sudah ada pembagian tugas, ada staf yang urus administrasi, keuangan dan ada yang urus kendaraan/alat berat termasuk pembayaran pajaknya,“ katanya.

Salah satu stafnya, Yohanes dipercayakan untuk mengurus pajak kendaraan (Alat berat). Bahkan, perusahaan telah mengeluarkan biaya pajak itu sebesar Rp80 juta. Namun, uang tersebut justru digelapkan oleh staf tersebut.

“Staf  itu, selama ini bertugas menangani pembayaran pajak Perusahaan termasuk pajak kendaraan (alat berat),” katanya.

Dia mengatakan ketika mengetahui stafnya, telah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan, dia memanggilnya dan meminta  pertanggung jawaban, dan Yohanes mengaku serta siap untuk mengganti.

“Yohanes sudah  mengaku. Dia juga sudah buat surat pernyataan untuk mengganti uang yang dipakainya,“ tambahnya.

Walaupun menyatakan kesanggupannya untuk mengganti uang itu. Namun, Melki tetap memecat Yohanes sebagai staf di PT Bumi Indah. “Orang saya itu memang nakal, jadi saya sudah suruh pecat saja, ganti orang lain,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, PT. Bumi Indah diduga masih menunggak pajak kendaraan bermotor (alat berat) yang belum dibayarkan sejak bulan Desember 2019 lalu.

Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah Zeth Sony Libing membenarkan PT Bumi Indah masih menunggak pajak alat berat sesuai laporan dari jajarannya di UPT Sumba Barat Daya.

“Saya dapat laporan dari UPT SBD, 3 bulan lalu bahwa PT Bumi Indah masih menunggak pajak alat berat,“ jelas Zeth.

Sony Libing mengaku, saat mengikuti kegiatan HUT NTT di Sumba Timur, Desember lalu, ia sudah menyampaikan secara langsung kepada Direktur PT Bumi Indah dan pemiliknya berjanji akan melunasi.

“Ada yang bayar pajak, ada yang belum bayar pajak. Bisa jadi karena alat beratnya rusak, atau alat beratnya baik, tapi tidak mau bayar pajak,“ katanya. (*/Ado)

Komentar ANDA?