Home / Polkam / Bupati Bantah Terjadi Penyelewengan Dana Program Perak

Bupati Bantah Terjadi Penyelewengan Dana Program Perak

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Marianus Sae

Marianus Sae

NTTTERKINI.COM, Kupang – Bupati Ngada Marianus Sae membantah adanya dugaan korupsi atau penyelewengan dana program PERAK yang disebutkan Solidaritas Mahasiswa peduli Keadilan (Somasi) ketika menggelar aksi unjuk rasa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) 18 November 2013 lal.

“Tidak ada penyelewengan dana pada program Perak yang dilaksanakan di Ngada,” kata Bupati Ngada Marianus Sae kepada wartawan belum lama ini. Pernyataan Bupati ini menanggapi aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Somasi yang menduga ada penyelewengan dana program Perak senilai Rp 8 miliar dari total dana Rp 22 miliar.

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap program Perak itu, menurut Marianus, karena pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakan tidak mampu memenuhi ketentuan 30 persen, sehingga dananya harus dikembalikan ke kas daerah.

Baca Juga :  RRI Gencar Sosialisasi Masalah Nasionalisme di Perbatasan

“Jadi kami sudah berikan uang muka 30 persen, namun pihak ketiga tidak mampu memenuhi 30 persen itu, sehingga sisa dananya harus dikembalikan,” katanya.

Dia juga membantah kalau dana yang diduga diselewengkan sesuai temuan BPK tidak mencapai Rp 8 miliar, hanya Rp 200 juta. “Tidak sampai miliaran rupiah seperti yang disebutkan,” katanya.

Program Perak yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Ngada, katanya, untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat di Kabupaten Ngada. “Program itu untuk rakyat, bukan kepala daerah,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]