Home / Hukrim / Bupati Dihadang Tentara, Warga TTU Unjuk Rasa

Bupati Dihadang Tentara, Warga TTU Unjuk Rasa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Raymundus Fernandez

Raymundus Fernandez

NTTTERKINI.COM, Kupang – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) Raymunduz Fernandez dihadang Komando Distrik Militer (Kodim) 1618 Kefamenanu, Letkol Eusibio Hornay bersama anggotanya. Tidak diketahui pasti penyebab penghadangan itu.

“Saya di hadang Dandim bersama anggotanya tepat di Markas Kompi C Yonif 744,” kata Bupati TTU Raymundus Fernandez kepada wartawan, Jumat, 10 Januari 2013.

Selain dihadang, menurut dia, Dandim 1618 juga mengeluarkan kata- kata yang tidak pantas yakni Bupati goblok, bupati bodoh. “Saya juga dibilang bodoh dan goblok oleh Dandim,” katanya.

Bupati menduga aksi penghadangan itu terkait dengan lahan seluas 8 hektare (ha) yang dihibahkan ke warga oleh Bupati untuk menanam kacang. Karena Dandim telah meminta kepada lurah setempat untuk menanam pohon kelor di lahan itu. “Itu lahan Pemda, jadi saya ijinkan masyarakat tanam kacang,” katanya.

Baca Juga :  Kejati NTT Kirim SPDP Bupati Rote Ndao ke KPK

Akibat aksi ppenghadangan itu, Forum Rakyat Timor Tengah Utara menggelar aksi unjuk rasa di Markas Kodim 1618 Kefamenanu. Para pengunjuk rasa mengungkapkan dosa- dosa Dandim Kefamenanu, salah satunya aksi penghadangan Bupati TTU.

Sementara itu, Kepala seksi intel (Kasintel) Korem 161 Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Letnan Kolonel (Letkol) Inf Hotman Hutapea berjanji akan memproses Komandan Distrik Militer (Kodim) 1618 Kefamenanu, Esuebio Hornay sesuai aturan berlaku, terkait aksi penghadangan terhadap Bupati Timor Tengah Utara (TTU). “Yakin dan percaya, masalah ini ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” kata Hotman. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]