Home / Hukrim / Buronan Korupsi Buku Pelajaran Ditangkap di Surabaya

Buronan Korupsi Buku Pelajaran Ditangkap di Surabaya

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ilustrasi Korupsi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Hendra Wahyudi, buronan korupsi pengadaan buku untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olah Raga (PPO) di Kabupaten Sumba Barat Daya akhirnya ditangkap dikediamannya di Surabaya, Jawa Timur, setelah buron selama 8 bulan.

“Benar, kami sudah menangkapnya pada Jumat, 25 Januari 2013 lalu di Surabaya,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Waikabubak, Aryus Martadinata kepada wartawan di Kupang, Senin, 28 Januari 2013.

Hendra Wahyudi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Waikabubak dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku SD, SMP dan SMA di Kabupaten Sumba Barat Daya sejak Mei 2011 lalu. Hendra terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut karena melakukan suap terhadap Vitalis Diaz Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek itu sebesar Rp 500 juta.

Baca Juga :  Cegah Tipikor Kejati NTT Sosialisasi TP4D

Penangkapan tersangka korupsi itu, dilakukan setelah diintai selama tiga hari di kediamannya di Surabaya. “Kami tunggu 3 hari baru bisa menangkap yang bersangkutan (Hendra),” katanya.

Hendra, menurut dia, telah dipanggil Kejari Waikabubak untuk menghadap, namun dirinya tidak pernah memenuhi panggilan tersebut dan akhirnya kabur dari Kabupaten Sumba Barat Daya dan menetap di Surabaya bersama istri dan anak-anaknya.

Saat ini, katanya, tersangka telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Sumba Barat, setelah dibawa dari Surabaya. “Kami sudah amankan tersangka di Lapas Sumba Timur,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, berkas tersangka Hendra sementara dirampungkan dan di kirim ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan. Diketahui proyek pengadaan buku itu menghabiskan dana sebesar Rp 14 miliar tahun 2010. Dana yang digunakan untuk pengadaan buku untuk SD sebesar Rp 40 miliar, pengadaan buku perpustakaan sebesar Rp 200 juta lebih dan pengadaan alat laboratorium kelas IPA sebesar Rp 200 juta lebih. (Dem)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]