Home / Kesehatan / Buruknya Pelayanan, DPRD NTT Dukung RSUD Johanes

Buruknya Pelayanan, DPRD NTT Dukung RSUD Johanes

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

RSUD Prof DR W.Z Johannes Kupang

NTTTERKINI.COM, Kupang – Komisi D DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes Kupang, walaupun masyarakat menilai pelayanan di rumah sakit itu buruk.

Ketua Komisi D DPRD NTT, Hendrik Rawambaku menilai RSUD Johanes Kupang adalah rumah sakit rujukan, sehingga pasien yang dirawat disistu seharusnya pasien rujukan dari rumah sakit Kabupaten/kota, namun kenyataannya RSUD juga melayani pasien umum di Kota Kupang.

“Sesuai hasil peninjauan di RSUD, ternyata mereka masih melayani pasien umum. Padahal, RSUD adalah rumah sakit rujukan,” katanya kepada wartawan, Kamis, 31 Januari 2013.

Sepekan terakhir ini, RSUD Johanes Kupang mendapat sorotan dari berbagai kalangan, karena buruknya pelayanan dan penolakan terhadap pasien kanker yang menewaskan Gregorius Seran dan terlantarnya, Viktoria Polce Teon, serta terlantarnya pasien cuci darah, karena ketiadaan selang.

Baca Juga :  BPOM Kupang Temukan Ribuan Makanan Mengandung Pengawet

Dia mengakui RSUD masih kekurangan, terutama sarana prasarana dan dokter. Namun, RSUD tidak pernah menolak pasien yang berobat ke rumah sakit itu. “Tidak ada alasan untuk menolak pasien,” katanya.

Salah satu alasan belum maksimalnya pelayanan RSUD, menurut dia, karena dana tahun 2013 sebesar Rp 113 miliar belum dicairkan. Apalagi, RSUD harus nombok dana pelayanan kesehatan menggunakan askes, jamkesmas, dan jamkesda sebesar Rp 70 miliar. “Dananya belum cair. Dana jamkesmas, askes dan Jamkesda hanya sebesar Rp 53 miliar, sehingga harus nombok Rp 70 miliar,” katanya.

Terkait kematian Gregorius Seran, jelasnya, Gregorius adalah pasien kanker stadium akhir dari Atambua yang dikirim ke Kupang, sehingga tidak bisa tertolong lagi. “Tidak ada yang salah dalam pelayanan di RSUD Johanes Kupang,” katanya.

Baca Juga :  Pelayanan RSUD Johanis Kupang Dikritik Warga

Sedangkan, pasien kanker payudara, Viktoria, katanya, pernah diwarat di RSUD, dan sarankan untuk operasi sejak dua tahun lalu, namun di tolak. “Jika dia mau di operasi dua tahun lalu, pasti kondisinya tidak seperti sekarang sudah pada stadium empat,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]