Home / Pendidikan / CIS Timor Gelar Media Workshop Lawan Berita Hoax

CIS Timor Gelar Media Workshop Lawan Berita Hoax

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Workshop media melawan berita Hoax

Workshop media melawan berita Hoax

NTTTERKINI.COM, KUPANG – Relawan Circle Imagen Society (CIS) Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang mengelar media workshop bagi para jurnalis dalam peranan media melawan pemberitaan hoax dan provokatif.

“Jika media ingin melawan dan menghilangkan berita hoax dan
provokatif. Wartawan harus melalui proses pelatihan sebelum menjalankan tugas jurnalistik,” kata Djemi Amnifu, Wartawan Senior Jakarta Post sebagai pemateri workshop, Kamis, 21 Desember 2017.

Menurut Djemi, pekerjaan jurnalis adalah sebuah profesi dan karena itu diatur dalam kode etik baik melalui karya pemberitaan maupun perilaku insan persnya. Jika media ingin melawan dan menghilangkan berita hoax dan provokatif, minimal wartawan harus memiliki dasar jurnalistik dan mengerti kode etik, sehingga produk jurnalis dapat dikatakan berhasil, berkualitas serta bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Hingga Siang Ini, SMK Wira Karya Belum Gelar UN

Selain itu para wartawan dan perusahaan media harus bersertifikasi, wartawan harus lulus uji kompetensi dan perusahaan pers harus terdaftar dan tersertifikasi pula di dewan pers. “Paling tidak seorang wartawan harus pernah mengikuti pelatihan dasar jurnalis
agar paham kode etik jurnalis,” tambah Jemmi.

Pemimpin Redaksi Harian Kursor, Anna Djukana mengatakan kehadiran media online atau media digital sulit di bendung. Karena itu perlu kemauan bersama memerangi berita hoax dan provokatif, sehingga produk jurnalistik menjadi lebih berkualitas.

“Perlu ada komitmen bersama untuk memerangi berita hoax dan provokatif. Media maupun wartawan-pun harus bersertifikasi sebagai keabsahan dari tugas jurnalistik menjadi jelas,” kata Anna.

Media workshop tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan di
sampaikan kepada dewan pers, Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan berbagai pihak terkait serta melibatkan peran pemerintah dalam mengatur regulasi serta meningkatkan kualitas pekerja media agar media mampu bekerja sesuai kode etik dan berdasar pada Undang-undang pers. (Lid)

Share Button
Baca Juga :  Kota Kupang Gembleng 70 Anggota Paskibra

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]