Home / Ekbis / Dana Desa Halibasar Malaka Diduga Dipangkas

Dana Desa Halibasar Malaka Diduga Dipangkas

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Salah satu rumah warga yang direhab

NTTTERKINI.COM, Betun – Penjabat Kepala Desa Halibasar, Johanes Lau Mesakh diduga memangkas Dana Desa 2018 yang dialokasikan untuk rehab 38 unit rumah warga.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Halibasar, Nadus Bata mengatakan sesuai RAPBDes Halibasar 2018 dialokasikan dana senilai Rp553,1 juta untuk rehab rumah warga.

Menurut Nadus, pihaknya telah menerima pengaduan dan keluhan dari warga penerima bantuan, bahwa warga menerima bantuan berupa material tidak sesuai dengan nilai yang tercantum dalam RAPBDes.

“Kami sudah terima keluhan itu dan setelah dirapatkan bersama anggota BPD, kami langsung cek ke lapangan. Dan memang yang kami temukan disana, nilai barang yang sudah diterima masyarakat sampai saat ini masih kurang,”  terang Nadus kepada media ini akhir pekan kemarin.

Kekurangan terbesar, jelas Nadus, ada pada ongkos tukang sebesar Rp152 Juta yang hingga saat ini belum dibayarkan sama sekali. Untuk menindaklanjuti hal ini, kata Nadus, pihaknya akan manggelar rapat evaluasi bersama Penjabat Kepala Desa Wewiku dan perangkat desa serta pihak-pihak terkait untuk membicarakan hal ini dan mencarikan solusi terbaiknya.

Para tukang yang dilibatkan dalam pengelolaan Dana Desa 2018 menyesalkan sikap Pemerintah Desa Halibasar yang menahan upah kerja yang seharusnya menjadi hak mereka.

Baca Juga :  Banjir Masih Rendam Malaka

Salah satunya yakni Paulus Teti mengaku upah kerja merehap 38 unit rumah dengan Dana Desa 2018 belum dibayar sama sekali. “Padahal sesuai kesepakatan, kami harus dibayar Rp4 juta setiap rumahnya. Ternyata sampai saat ini, kami tidak terima 1 sen juga,” keluhnya.

Menurut dia,  para tukang sangat bergantung pada uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak. “Kami ini orang susah dan kami kerja untuk makan, untuk sekolah anak. Tapi di buat begini. Minta panjar untuk beli lilin dan kebutuhan anak-anak waktu tahun baru saja tidak diikasih,” kata Albertus Seran, salah satu tukang.

Ketika menagih hak mereka kepada Ketua Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) Desa, mereka diarahkan ke Bendahara yang selanjutnya melemparkan urusan ini ke Penjabat Kepala Desa Halibasar yang juga Camat Wewiku.

“Kami sudah pusing. Kami di suruh kesana-kemari. Padahal kami hanya meminta hak kami. Kenapa pemerintah buat susah kami,”, kata Antonius Bria, warga yang selama ini mendampingi para tukang untuk menuntut haknya.

Ketua TPK Desa Halibasar, Laurensius Bria mengaku, selama ini dirinya hanya dimandatkan untuk mendampingi pendropingan bahan dan mengawasi pekerjaan di lapangan. “Peran saya saat ini hanya mendampingi droping bahan dan seperti mandor begitu. Sedangkan untuk masalah keuangan, saya tidak tau. Bendahara yang urus itu,”  terang Lorens.

Baca Juga :  Fransisco Caleg Muda Yang Siap Berikan Harapan Perubahan

Sementara Bendahara Desa Halibasar, Marselus Klau yang hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, berdasarkan RAPBDes Desa Halibasar tahun 2018,  ongkos kerja tukang yang mesti dibayar pemerintah desa Halibasar kepada para tukang sebesar Rp4 juta per unit rumah atau sebesar Rp152 juta untuk 38 unit rumah yang direhab.

Mantan Kepala Desa Halibasar, Marselinus Bere Klau, membenarkan jika dalam RAPBDes ada alokasi dana untuk rehab 38 unit rumah tersebut.

Marsel mengaku,  dirinya masih mengelola ADD 2018 tahap pertama. Namun menurut dia,  pihaknya telah mengelola dana tersebut sesuai ketentuan yakni 20 persen. Sedangkan untuk tahap ke dua dan ketiga,  Marsel mengaku,  saat itu dirinya sudah tidak menjabat kepala desa lagi.

“Silahkan tanyakan kepada masyarakat penerima, tahap pertama itu kami sudah drop pasir, semen, batako dan seng sesuai ketentuan 20 persen,” tegas Marsel.

Penjabat Desa Halibasar, Johanes Lau Mesakh, sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (ygs)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]