Dana Makan Minum Panti Dipotong, Ataupah: Tidak Manusiawi

0
441

RDP Komisi V dan Dinas Sosial NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Messe Ataupah menyesalkan pemotongan dana makan minum bagi anak panti dan jompo yang ditanggung oleh negara. Karena itu, dia menilai, pemotongan anggaran ini tidak manusiawi.
Hal itu terungkap dalam rapat gabungan komisi (RDP) Dinas Sosial bersama komisi V DPRD NTT, Kamis, 16 Januari 2020. 
Menurut Messe, biaya makan minum ditambah dua kali snack dari tahun- tahun sebelumnya sebesar Rp30 ribu per hari/orang, tapi pada 2020 mengalami penurunan anggaran menjadi Rp25 ribu hari/orang ditambah dua kali snack. “Alasan kemanusiaannya kurang dilihat. Itu yang saya sesalkan,” kata Messe.
Sesuai informasi, kata dia, ada salah perhitungan dari Dinas Sosial, tapi menurut dia, perhitungan kasarnya harus menggunakan hati naurani dan kemanusiaan. “Secara teknis, katanya ada salah perhitungan dari kami. Tapi hitung-hitungan kasar harusnya ada di hati kecil,” katanya.
Padahal, dia berharap pada 2020 anggaran makan minum untuk 7 panti mengalami peningkatan hingga Rp40 ribu perorang/hari. Tapi faktanya justru mengalami penurunan. 

“Saya berharap naik jadi Rp40 ribu, tapi justru turun jadi Rp25 ribu. Padahal, Rp30 ribu sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Dia mengatakan untuk biaya konsumsi atau makan minum bagi anak panti dan jompo pada 2020 sebesar Rp13 miliar yang diperuntukan bagi 7 panti dengan jumlah jiwa sebanyak 564 orang. 
Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa mengatakan hasil koordinasi dengan Dinas Sosial telah disepakati bersama untuk dinaikan pada perubahan anggaran nanti. “Kami sudah minta agar dana makan minum diusulkan kembali pada perubahan anggaran,” katanya.
Dia juga berharap kondisi panti yang rusak juga segera diusulkan anggaran untuk direhab. “Dalam beberapa kunjungan, kami temukan kondisi panti yang memprihatinkan, seperti plafon rusak, kurangnya tempat tidur. Maka kami minta untuk diusulkan agar diperbaiki,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?