Delapan Tersangka Dugaan Korupsi Benih Bawang Malaka Ditahan

0
741

Konfrensi pers Polda NTT

NTTTERKINI, Kupang – Kepolisian daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan delapan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka tahun 2018 senilai Rp9,6 Miliar lebih.
“Dari total nilai itu, negara dirugikan negara Rp4,9 miliar lebih,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Johannes Bangun kepada wartawan, Kamis, 12 Maret 2020.
Delapan tersangka yang diamankan yakni Kepala TPHP Malaka, Dinas Yustinus Nahak, Egidius Prima Mapa Moda (swasta/makelar), Severinus Defrikandus Sirebein (swasta/makelar). 
Selanjutnya Yoseph Klau Berek (Kepala Bidang Hortikultuta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka selaku Pejabat Pembuat Komitmen), Agustinus Klau Atok (PNS selaku Ketua Pokja ULP), Karolus Antonius Kerek (PNS selaku Sekretaris Pokja ULP) dan Martinus Bere (PNS / Kabag ULP Malaka Tahun 2018), dan Simeon Benu Swasta / Direktur Utama CV. TIMINDO). 
“Kepada mereka dilakukan Penahanan di Rumah Tananan Negara Polres Kota Kupang selama 20 hari,” katanya.
Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Benih Bawang Merah Pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka dengan nilai kontrak Rp9.6 miliar dengan cara me-markup harga yang bertentangan dengan kepentingan dalam Pengadaan Barang / Jasa (Konspirasi / Kolusi).
Akibatnya keuangan negara dirugikan sebesar Rp 4.9 miliar lebih. Berdasarkan Laporan Hasil Audit Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Provinsi NTT Nomor: SR-1455 / PW24 / 5/2019, 25 Nopember 2019.

Barang bukti yang diamankan, diantaranya 2 box berisikan dokumen perencanaan, proses pengadaaan, dokumen pelakasaan kontrak serta dokumen pembayaran paket pekerjaan pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2018, serta satu unit Mobil HRV Warna Hitam dengan Nomor Polisi W 1175 VK senilai Rp400 juta, uang tunai sebesar Rp 665.696.000. “Jumlah total penyelamatan keuangan negara Rp1.065.696.000,” katanya.
Kepada mereka akan dikenakan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat 1 Ke-1e KUH Pidana.

Satu tersangka lain yang belum ditahan yakni Baharudin Tony yang sudah dua kali mangkir dari pemanggilan polisi. “Ketiga kami akan mengeluarkan surat untuk penjemputan paksa,” kata Direktur Kriminal Umum Polda NTT, Komisaris Besar Hery Try Muryadi. (Ado)

Komentar ANDA?