Home / Hukrim / Diduga Korupsi, Angggota DPRD Ronda Dituntut 1,5 tahun

Diduga Korupsi, Angggota DPRD Ronda Dituntut 1,5 tahun

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi Korupsi

Ilustrasi Korupsi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) Hanok Lenggu dituntut 1,5 tahun penjara terkait dugaan korupsi proyek perpanjangan break water tempat pendaratan ikan (TPI) Tulandale pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2010 senilai Rp 3,8 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ba’a Kabupaten Rote Ndao, Made Pasek menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 1,5 tahun, karena diduga terlibat dalam proyek tersebut. Selain itu, JPU juga menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidair enam bulan penjara.

Hal itu diungkapkan JPU saat persidangan dengan agenda penuntutan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) belum lama ini.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Pungli, Kepala BKPMD Flotim Ditahan

Sementara itu, Hanok Lenggu dalam pemeriksaan hakim sebelumnya, membantah seluruh isi dakwaan JPU. Karena merasa tidak terlibat dalam proyek tersebut. “Dakwaan itu tidak benar,” katanya.

Diakuinya dirinya bersama istri mempunyai lokasi pengambilan material batu, termasuk menyediakan alat berat dan truk yang disewa oleh rekanan yang mengerjakan proyek itu. “Kami bukan pelaksana proyek itu,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Yanto Akon bahwa dari 17 saksi yang telah diperiksa di persidangan oleh majelis hakim di Tipikor, hampir semuanya mengaku terdakwa tidak terlibat dalam proyek itu.

Hanya saksi Ary Huma selaku rekanan yang mengerjakan proyek itu yang mengaku melihat Hanok berada di rumah bersama Sance Pena, saat penandatangan kerja sama untuk menyuplai material batu ke proyek itu. “Kami sudah melaporkan Ary Huma ke Polda NTT, karena memberikan keterangan palsu,” katanya. (Dem)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]