Diduga Terserang Virus Hog Cholera, 50 Babi di Kupang Mati

0
278

Hermanus Man

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 50 ekor babi mati secara massal di tiga kelurahan yakni Naioni, Lasiana dan Kayu Putih Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga terjangkit Virus Hog Cholera.
“Isu penyakit babi ini, meski tidak bersifat sonosis atau dari hewan menular ke manusia. Namun perlu dicegah agar warga mengkonsumsi daging secara sehat. Karena itu, saya minta lurah, camat dan Pol PP agar menertibkan semua penjual daging liar yang tanpa pengawasan dokter hewan,” kata Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Selasa, 25 Februari 2020.
Kepala Bidang Vetenari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kupang, Robert Laisina mengatakan data terakhir tercatat sudah 50 ekor babi mati mendadak dan tertinggi di tiga wilayah pusat kesehatan hewan yakni kelurahan Naioni, Lasinana dan Kayu Putih.
“Sejak 1-21 Februari 2020, tercatat sebanyak 50 ekor babi mati secara mendadak yag diduga terjangkit virus Hog Cholera atau demam babi,” tegasnya.
Selain itu, lanjit dia, matinya babi ini dikarenakan peternak babi tidak pernah dan tidak mau babi-babi tersebut di vaksin, meskipun pemberian vaksin secara gratis serta adanya perubahan iklim secara ekstrim dan Kota Kupang masuk dalam wilayah endemik virus Hog Cholera.
“Kematian babi secara mendadak dan dalam jumlah banyak di Kota Kupang sementara diduga akibat virus Hog Cholera, kami masih lakukan penyelidikan lebih dalam,” kata Robert.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Kupang, Hembang mengatakan penyakit babi yang sedang marak, tidak hanya terjadi di Kota Kupang, namun juga di beberapa wilayah di daratan Timor, seperti di Belu dengan kasus dan gejala yang sama. 
Dugaan sementara, lanjut dia, karena adanya virus Hog Cholera atau Demam Babi Afrika (ASF) yang memiliki gejala yang sama. Namun, penyebab pastinya belum dapat disimpulkan, karena masih dalam proses kajian dan pemeriksaan laboratorium.
“Pemeriksaan lab sementara berjalan untuk menentukan penyakit atau virus apa yang menyerang babi. Apakah Hog cholera atau ASF?,  karena penyakit ini gejalanya hampir sama, namun dilihat dari kecenderungan kematian yang mendadak dan meningkat ada  kemungkinan terjangkit virus Hog Cholera,” kata Drh. Hembang.
Adapun kemiripan gejala penyakit pada babi antara ASF dan Hog cholera yakni babi tidak mau makan, lemah, muncul bintik merah di seluruh tubuh. Namun, dia memastikan virus tersebut tidak menular ke manusia atau bersifat sonosis meski dengan tingkat kesakitan atau kematian mencapai seratus persen pada hewan.
“Kami  himbau warga sebaiknya untuk sementara tidak mengkonsumsi daging babi khususnya organ bagian dalam,” pintanya. (Lid)

Komentar ANDA?