Home / Hukrim / Dihukum Mati, Herder Siap Ajukan PK

Dihukum Mati, Herder Siap Ajukan PK

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Mery Grace semasa hidup

Mery Grace semasa hidup

NTTTERKINI.COM, Kupang – Terpidana mati, Herman Jumat Masan terkait kasus pembunuhan Mery Grace dan anaknya di Tempat Orientasi Rohaniawan (TOR) Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) siap mengajukan peninjauan kembali (PK) putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut.

“Saat ini, kami sedang memikirkan untuk mengajukan PK dan grasi kepada presiden,” kata kuasa hukum herman Jumat Masan alias Herder, Reynaldus Marianus Laka yang dihubungi wartawan, Kamis, 13 Februari 2014.

Namun, dia belum bisa memastikan kapan pihaknya akan mengajukan PK ke MA, karena belum mendapat salinan putusan kasasi dari MA terkait putusan hukuman mati terhadap klien mereka. “Kami baru baca putusannya melalui website. Kami belum mendapatkan dokumen resmi dan tertulis,” katanya.

Baca Juga :  Laporan Bupati Lembata Dinilai Salah Alamat

Marianus mengaku hukuman MA tidak menganggu kliennya yang kini menjalani masa tahanan di rumah tahanan Maumere, Kabupaten Sikka. “Sekitar dua jam kami berdiskusi pasca vonis mati MA itu,” katanya.

Dia mengaku kliennya sangat tenang dengan putusan hakim MA yang memvonisnya dengan hukuman mati. “Dia (Herman) sangat tenang, hanya keluarga yang kelihatan panik,” katanya.

MA melalui majelis kasasi memvonis mati mantan pastor di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Herman Jumat Hasan, karena terbukti malakukan pembunuhan berencana terhadap Mery Grace dan dua anaknya di TOR Lela.

Herman Jumat Masan terbukti melanggar Pasal pembunuhan berencana 340 KUHP junto pasal 65 ayat (1) KUHP, Pasal 338 KUHP Junto Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 181 KUHP, karena menyembunyikan mayat agar kematiannya tidak diketahui.

Baca Juga :  Polwan Polres TTS Tertangkap Selingkuh dengan Teman Sekantor

Herman Jumat Masan alias Herder membunuh Mery Grace (Suster) di TOR Lela pada tahun 2002 silam, namun jenasah korban baru ditemukan pada Januari 2013 lalu. Ketiga jenasah itu dibunuh Herman Jumat Masan yang kala itu masih menjadi seorang pastor agar aibnya tidak terungkap. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]