Home / Polkam / Dinilai Langgar Kode Etik, KPU Sikka Diperiksa

Dinilai Langgar Kode Etik, KPU Sikka Diperiksa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.COM, Kupang – Tiga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 16 Mei 2014 menjalani pemeriksaan di kantor Badan Pengawas pemilu (Bawaslu) NTT terkait dugaan pelanggaran kode etik. Pemeriksaan terhadap tiga orang anggota komisioner KPU Sikka ini dilakukan oleh lima orang tim pemeriksa yang terdiri dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, dan KPU masing- masing satu orang, serta dua orang dari unsur tokoh masyarakat.

Ketiga anggota KPU itu diperiksa oleh lima orang tim pemeriksa yang terdiri dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, dan KPU masing- masing satu orang, serta dua orang dari unsur tokoh masyarakat. KPU Sikka diperiksa terkait dugaan pelanggaran kode etik, khusus tertukarnya surat suara pemilu pada 9 April 2014 lalu. Ketua KPU Sikka, Vivano Bogar menjelaskan semua logistik pileg yang diterima, diadministrasikan dan disortir.

Baca Juga :  Hanya 16 Anggota DPRD NTT Tolak UU Pilkada

Sesuai jadwal yang ditetapkan, semua logistik pemilu sudah harus didistibusikan ke penyelenggara di tingkat bawah pada 5 April 2014. Namun logistik yang kewenangan pengadaannya oleh provinsi, baru diterima pada 6 April 2014 malam di Ende. Akibatnya pendistribusian logsitik menjadi terlambat hingga 8 April 2014. “Karena keterlambatan itu mengakibatkan pengepakan logistik terutama surat suara menjadi tidak cermat yang mengakibatkan tertukarnya surat suara pada sejumlah tempat pemungutan suara (TPS),” katanya.

Sesuai kewenangan yang dimiliki komisioner KPU bertugas melakukan pengawasan dan monitoring. Sedangkan aspek lainnya seperti pengepakan dan pendistribusian menjadi tugas kesekretariatan. “Sekretriat mendistribusikan sekaligus, bukan bertahap,” katanya.

Tim pemeriksa dari unsur KPU, Gazim Nur meminta agar KPU Sikka membuat laporan tertulis terkait pengelolaan logistik dan penyelenggaraan pileg sebagaimana yang diadukan Panwaslu. Sehingga tim pemeriksa bisa mendapatkan gambaran yang jelas sebelum diambil keputusan. Tim Pemeriksa dari unsur DKPP, Ana menyatakan, hal yang paling penting adalah mengakui kesalahan dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. “Jalannya sidang dan keputusan yang akan diambil, tentunya dilaporkan di tingkat pusat,” katanya.

Baca Juga :  Balon Independen Protes, KPU Kota Siap Hadapi Gugatan

Ketua Panwaslu Sikka, Alfons Sero mengatakan, pihaknya tidak punya target apapun dalam membuat pengaduan ini. Karena yang dilakukan hanyalah merespon apa yang terjadi di masyarakat dan menindaklanjuti laporan yang diterima. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]