Home / Hukrim / Disebut Terima Rp500 Juta Dari Transmart, Dewan Kota Lapor Polisi

Disebut Terima Rp500 Juta Dari Transmart, Dewan Kota Lapor Polisi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 5 Maret 2018 melaporkan akun Facebook (FB) Rudyanto Tonubessi ke Polres Kupang Kota, karena menyebut DPRD Kota Kupang menerima Rp500 juta dari Transmart terkait pengurusan ijin.

Laporan itu sesuai hasil rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Kota Kupang yang dipimpin Ketua DPRD Kota, Yeheskiel Loude dan dihadiri 22 anggota yang menghadiri rapat tersebut.

Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang, Tellen Mark Daud mengatakan Rudy Tonubessi adalah orang hebat, sehingga informasi yang disampaikan pastilah benar. Dewan perlu melapor ke Polisi demi menjaga martabat lembaga dewan.

Baca Juga :  Mencuri di Hypermart, Imigran Gelap Diamankan

Senada dengan Tellen juga diutarakan wakil rakyat lainnya Juven Tukung. “Untuk menjaga martabat DPRD Kota, kita harus lapor polisi. Sekarang topik bahasan warga Kota Kupang lagi diskusi tentang hal ini. Saya tidak tahu nanti terpilih lagi atau tidak nanti tapi demi menjaga martabat dan marwah lembaga ini, kita harus lapor Polisi,” tegas Juven.

Anggota lainnya Herry Kadja mengaku sudah ada rekannya yang menelpon Rudy Tonubessi dan Rudy mengaku dialah yang menulis hal tersebut.

Hampir semua wakil rakyat Kota Kupang yang hadir dalam Paripurna tersebut sepakat untuk melaporkan kasus tersebut ke aparat Kepolisian.

Wakil rakyat lainnya, Yappi Pingak menegaskan, semua belum tahu secara pasti account yang memuat status tersebut asli atau palsu. Karena itu, perlu dilaporkan ke Polisi agar bisa diketahui account tersebut palsu atau asli.

Baca Juga :  Dua Tahun Kerja di Malaysia,  TKI asal NTT Tak Digaji

Dalam account itu status yang ditulis tanggal 2 Maret 2018 pukul 16.05 dikatakan, “Hari ini Transmart Kupang diresmikan. Ada aroma tak sedap ketika DPRD Kota mempersoalkan “izin”. Ujung-ujungnya beberapa oknum DPRD melakukan “injak kaki”, mengais “rejeki haram” 500 juta rupiah. Memalukan…. Cc : Rudyanto Tonubessi.

Usai paripurna, belasan anggota dewan Kota dibawah pimpinan wakil ketua Cristian Baitanu langsung menuju Polres Kupang Kota untuk melaporkan kasus tersebut. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]