Home / Polkam / DKPP Pecat Ketua Panwaslu dan KPU Sumba Barat Daya

DKPP Pecat Ketua Panwaslu dan KPU Sumba Barat Daya

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Pleno Anggota KPU SBD

Pleno Anggota KPU SBD

NTTTERKINI.COM, Jakarta – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memecat Ketua Pengawas Pemilu Sumba Barat Daya, Moses Gheda Bokol, dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Sumba Barat Daya, Yohanes Bili Kii. “Keduanya terbukti melanggar kode etik,” kata Ketua DKPP Jimly Asshidiqie di kantornya, Jumat, 29 November 2013.

Atas arahan Yohanes, kata Jimly, KPU Sumba Barat Daya mengabulkan permohanan calon pasangan inkumben, Kornelius Kodi Mete dan Daud Umbu Moto, untuk melakukan rekapitulasi ulang. Dalam rekapitulasi ulang inilah pelanggaran dilakukan.

“Yohanes dan Moses terbukti bersekongkol untuk menggelembungkan suara pasangan calon incumbent,” ujar Jimly.

Menurut dia, proses rekapitulasi pun sangat aneh. Sebab, dilakukan di kantor Kepolisian Waikabukak, Sumba Barat Daya. “Kan aturannya tidak begitu. Ini aneh,” katanya.

Baca Juga :  Ini Jadwal Kunjungan Presiden Jokowi ke NTT

Menurut amar putusan DKPP, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 103/PHPU.D-XI/2013, yang bersifat final dan mengikat, dibatalkan oleh KPU Sumba Barat Daya. “Ini aneh dan melanggar kode etik,” tertulis di dalam amar.

Dalam amar itu juga disebutkan, Yohanes dan salah satu anggota KPU Sumba Barat Daya, Marianus Lota Billya, terlihat di ruang tunggu Mahkamah Konstitusi. “Keduanya terlihat menyerahkan form C-1 KWK kepada intel Polres Sumba Barat Daya secara sembunyi-sembunyi.”

Atas rekapitulasi ulang tersebut, pasangan calon Markus Dairo Talu dan Ndara Tanggu Kaha, yang sebelumnya unggul, jadi kalah. Lalu, KPU Sumba Barat Daya menerbitkan hasil rekapitulasi ulang yang memenangkan pasangan calon inkumben dengan angka perolehan 80.344 suara. Sedangkan Markus dan Ndara memperoleh 68.371 suara.

Baca Juga :  Jelang Putusan MK, Polisi Jaga Kantor KPU NTT

Bersama Yohanes dan Moses, ada dua orang anggota KPU Sumba Barat Daya yang dipecat oleh DKPP lantaran melanggar kode etik, yaitu Marianus Lota Billya dan Oktavianus A. Radjah.

Selain memecat keempat orang tersebut, DKPP juga memberi rekomendasi kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak anggota polisi di Sumba Barat Daya. Pasalnya, mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan undang-undang. (Teco)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]