Home / Hukrim / Dua Tahun Kerja di Malaysia,  TKI asal NTT Tak Digaji

Dua Tahun Kerja di Malaysia,  TKI asal NTT Tak Digaji

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Santi Bahan

NTTTERKINI.COM, Kupang – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Laob,  Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) Santi Yatni Asmada Bahan dipulangkan ke  kampung halamannya dengan tangan hampa.  Karena selama bekerja dua tahun di Malaysia, Santi tidak pernah dibayar majikannya.

“Saya menuntut agar gaji saya selama dua tahun bekerja di Malaysia dibayarkan,” kata Santi,  Sabtu,  10 Maret 2018.

Santi mengaku diberangkatkan secara ilegal oleh salah satu jaringan human traffiking Yanto Nalle pada 2015. Semua dokumen termasuk paspor di urus di Medan selama 2 hari dan setelah itu langsung diberangkatkan.
 
Santi berangkat melalui jalur laut pelabuhan Port Klang, setelah itu dibawa ke penampungan dan agensi  Agensi pekerjaan Prestij Bistari.
 
Dari agensi tersebut, Santi mendapat majikan bernama Lee Kwok Siang beralamat di  No. 19 Jl. Wira Height 3 Bandar Sungai Long Kajang, Selangor, Malaysia. “Disitu saya bekerja selama 1,6 tahun tanpa permit (ijin kerja),” katanya. 
 
Santi juga menandatangani kontrak kerja sebagai PRT dengan gaji RM 750/bulan dengan potongan selama 5 bulan. Namun,  majikan telah menyerahkan RM 20.000 ke Agency.  “Sampai pulang permit tidak pernah ada,” katanya. 
 
Santi mendesak agar gajinya diperkirakan sebesar Rp25 juta lebih dibayarkan, akibatnya majikan mengembalikan Santi ke agency tanpa dibayar sepeserpun. “Saya sempat ditawari bekerja di majikan lainnya, tapi saya menolak,  karena akan gaji akan dipotong 5 bulan,” katanya. 
 
Akhirnya agency mengerjakan Santi di kantor agency sejak April-Desember 2017 dengan gaji RM 1500, namun uang gaji itu dikirim langsung ke orang tua di kampung halamannya.  Namun pada 29 Desember 2017, agency mengantar Santi ke bandara untuk dipulangkan,  karena lalai,  sehingga tiga TKI berhasil kabur dari agency itu. 
 
“Karena belum di bayar,  saya hubungi saudara untuk dijemput, dan dibawa ke KBRI untuk mengurus gaji saya,” katanya. 
 
Namun usaha itu juga belum berhasil, sehingga KBRI memulangkan Santi ke kampung halamannya. (Ado) 

Share Button
Baca Juga :  BKH: Proses Hukum Pelaku Human Traffiking

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]