Home / Hukrim / Dugaan Korupsi NTT Fair, Lebu Raya Diperiksa 2 Jam

Dugaan Korupsi NTT Fair, Lebu Raya Diperiksa 2 Jam

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Frans Lebu Raya

NTTTERKINI.COM, Kupang – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, Kamis, 2 Mei 2019 Wita diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terkait kasus dugaan korupsi pembngunan gedung NTT Fair senilai Rp31 miliar lebih.

Frans mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi NTT sekitar pukul 08.30 Wita mengenakan baju putih. Tiba di Kejati NTT, Frans langsung masuk ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan.  Frans diperiksa selama 2 jam hingga pukul 10.30 Wita.

“Saya tidak ngerti ada berapa pertanyaan yang diajukan,” kata Frans Lebu Raya kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan.

Frans mengatakan dia ditanya terkait kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair tahun 2018 senilai Rp 31 Miliar.

Baca Juga :  PSK di KD Ditemukan Tewas Dalam Kamar

Frans mengaku dirinya hanya pada tataran kebijakan yang telah disepakati bersama DPRD NTT dan dilaksanakan secara teknis oleh dinas terkait. “Saya ditanya terkait pembangunan NTT fair seperti apa?,” katanya.

Dia juga mengaku ditanya, apakah pernah mengintervensi proyek itu? Frans mengaku menjawab dirinya hanya mengingatkan agar pekerjaan ini dilaksanakan dengan baik, bertanggungjawab dan tepat waktu.

Kepala seksi penerangan dan hukum (Kasie Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan mantan Gubernur NTT masih diperiksa sebagai saksi terkait kasus tersebut. “Semuanya masih diperiksa sebagai saksi. Namun samua saksi berpotensi sebagai tersangka,” katanya.

Dia mengaku mantan Gubernur ditanya sekitar puluhan pertanyaan terkait administrasi proyek pembangunan gedung NTT Fair. Namun, dia mengaku belum mengetahui berapa kerugian negara dari proyek tersebut. “Masih dihitung oleh BPK dan BPKP terkait kerugian negaranya,” kata dia.

Baca Juga :  Kejati Didesak Ungkap Dugaan Korupsi Bansos

Proyek pembangunan gedung NTT Fair tahun anggaran 2018 diduga di mark up dan tidak diselesaikan, sehingga Kejati NTT menaikan status proyek tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. “Ada dugaan indikasi korupsi, maka ditingkatkan ke penyidikan,” ujarnya.

Siang ini sekitar pukul 14.00 Wita, Sekretaris daerah (Sekda) NTT, Ben Polomaing akan menjalani pemeriksaan terkait kasus ini. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]