Home / Polkam / Dugaan Penggelembungan Suara, Saksi dan KPU Bersitegang

Dugaan Penggelembungan Suara, Saksi dan KPU Bersitegang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Pleno KPU Pilgub NTT Putaran Kedua

Pleno KPU Pilgub NTT Putaran Kedua

NTTTERKINI.COM, Kupang – Saksi pasangan calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Esthon Foenay- Paul Tallo, Gabriel Beri Bina bersitegang dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jhon Depa terkait dugaan penggelmbungan suara di Kabupaten Sikka.

Ketegangan itu terjadi saat pleno rekapitulasi di Kantor KPU NTT, Sabtu, 1 Juni 2013. Saat itu, saksi pasangan calon esthon- Paul, Gabriel meminta KPU untuk membatalkan hasil pleno rekapitulasi KPU Kabupaten Sikka, karena diduga syarat rekayasa dan terjadi penggelembungan suara di 21 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerah itu. Pasalnya, C1KWK di 21 TPS itu ditulis hanya ditulis oleh satu orang.

Baca Juga :  Mantan Kakanwil Agama NTT Terancam Jadi TSK

“Kami menduga ada rekayasa, karena formulir c1kwk hanya ditandatangani oleh satu orang. Tulisannya sama,” katanya sambil menunjukan formulir C1kwk yang ditulis oleh satu orang itu.

Dia pun meminta KPU untuk membatalkan pleno rekapitulasi KPU Sikka, dan dilanjutkan kabupaten lainnya. Namun, tuntutan itu ditolak oleh Ketua KPU, Jhon Depa bahwa forum pleno ini tidak membahas tentang temuan-temuan pelanggaran pilkada. “Kami tidak bisa membatalkan hasil pleno Sikka. Silahkan menempuh jalur hukum,” katanya.

Penolakan itu memicu ketegangan, Gabriel yang merasa tidak puas dengan jawaban ketua KPU bangun dan menyerahkan C1kwk sebagai bukti bahwa telah terjadi manipulasi di Kabupaten Sikka. “Silahkan bapak lihat sendiri bukti-buktinya,” kata Gabriel.

Baca Juga :  Kartu Solusi Ala BKH

Namun, ketua KPU Jhon Depa tetap pada pendiriannya untuk menolak pembatalan hasil pleno KPU Sikka. “Forum ini bukan tempat untuk mengungkapkan pelanggaran,” katanya.

Sementara itu, saksi pasangan calon Frans Lebu Raya- Beny Litelnony, Gusti Beribe menilai forum ini bukan untuk mengadu kekuatan, tapi pleno rekapitulasi. Mendengar pernyataan itu, Gabriel kembali meradang. Namun,akhirnya reda. Setelah Wakil Ketua Gerindra, Maximus Ebhu Tho menetralkan suasana itu.

Ketua Bawaslu NTT, Nelce Ringu meminta agar saksi pasangan calon untuk melaporkan temuan itu ke Bawaslu NTT untuk diproses. “Kami minta agar temuan-temuan itu dilaporkan ke Bawaslu,” pintanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]